Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto membantah jika reshuffle Kapolri untuk mempreteli pengaruh politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di dalam jajaran pemerintahan strategis. Ia menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap solid.
Baca Juga
"Enggak ada. Enggak ada isu mempreteli-mepreteli enggak ada karena kita tetap solid, kok," kata Bambang di DPR RI, Kamis (8/10/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan reshuffle kapolri tersebut hanya pergantian biasa dan tak ada kaitannya dengan pihak manapun, termasuk Jokowi.
Baca Juga
"Tidak ada kaitannya dengan dengan hal mempreteli. Itu pergantian biasa saja sebenarnya.," jelasnya.
Sebelumnya, reshuffle kabinet dilakukan Presiden Prabowo Subianto, Kamis kemarin 1 Oktober 2026. Tidak hanya di jajaran Kabinet Merah Putih periode 2024-2029, tetapi termasuk pergantian Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Suyudi Ario Seto.
Baca Juga
Analis politik, Arif Nurul Imam, justru melihat reshuffle kabinet dalam skala besar ini tidak saja lantaran faktor kinerja.
Dari sisi politik, Arif mengatakan kalau reshuffle ini juga adalah tanda terjadinya perubahan konstelasi politik.
"Reshuffle kali ini tidak bisa sekadar dibaca sebagai evaluasi kinerja, melainkan perubahan konfigurasi politik; dimana orang-orang Presiden Jokowi kena depak dari kabinet," kata Arif, dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
"Ini bisa dibaca sebagai amputasi pengaruh Jokowi dan disisi lain Presiden Prabowo makin menguat," sambung Arif.
Respons Jokowi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sontak, hal ini menyedot perhatian publik hingga komentar elite politik, termasuk menuai respons menohok mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Ayah Wapres Gibran itu menilai pergantian posisi Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Komjen Suyudi Ario Seto sudah tepat.
Jokowi menyatakan pergantian Kapolri adalah hak prerogatif dari Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemudian, Jokowi menekankan, bahwa pergantian Listyo Sigit sudah tepat, bila mempertimbangkan masa jabatannya sebagai kapolri yang sudah berjalan lima tahun lebih.
"Hak prerogatif dari Bapak Presiden Prabowo," ucap Jokowi kepada awak media di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (1/10/2026).
Halaman Selanjutnya
"Sudah saatnya Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit ini sudah 5 tahun 8 bulan menjabat sebagai Kapolri. Saya rasa memang sudah saatnya," sambungnya.