ILUSTRASI. IHSG Bertahan Di Zona Hijau (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)
Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan jumlah investor pasar modal bertambah sebesar 48,78% year to date (ytd) di sepanjang tahun berjalan 2026. Di periode ini pula, jumlah investor saham mencapai 10,05 Single Investor Identification (SID).
Menurut Direktur Utama PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Changkun Shin mengatakan, perubahan struktur pasar yang sebelumnya lebih didominasi investor institusi menjadi makin berorientasi pada investor ritel merupakan perkembangan yang sangat positif bagi industri sekuritas.
Saat ini, kontribusi investor ritel terhadap total transaksi telah mencapai 51,1%. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar 32,9%.
Baca Juga: Jasindo Syariah Perkuat Inklusi di Tengah Tekanan Bisnis Asuransi Syariah
"Menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia semakin cepat berkembang menuju pasar yang lebih didominasi oleh investor ritel," jelasnya kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).
Selain itu, jumlah investor yang berusia di bawah 30 tahun juga kini memiliki porsi sekitar 54,4%. Hematnya, tingginya partisipasi anak muda merupakan faktor yang sangat positif bagi pertumbuhan pasar modal di Indonesia untuk jangka panjang.
Namun, peningkatan jumlah investor ini tidak serta-merta langsung mendorong peningkatan aktivitas maupun nilai transaksi saham.
Di Kiwoom Sekuritas sendiri, nilai transaksi harian rata-rata menunjukkan pertumbuhan yang positif. Nilai transaksi harian rata-rata tumbuh 16% secara tahunan jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang sekitar Rp170,6 miliar menjadi Rp198,3 miliar per hari hingga Juli 2026.
Shin mengaku, perusahaan saat ini tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah nasabah baru saja. Melainkan, mereka berusaha lebih mengutamakan peningkatan jumlah investor aktif, yaitu nasabah yang benar-benar aktif melakukan transaksi dan menggunakan layanan dari Kiwoom Sekuritas.
Dengan begitu, Kiwoom Sekuritas lebih memprioritaskan pertumbuhan secara kualitas dibandingkan sekadar pertumbuhan kuantitasnya. Namun, fokus utama tetap pada peningkatan aktivitas dan nilai transaksi nasabah.
Oleh karena itu, ia menilai edukasi investor secara berkelanjutan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan modal sekaligus membangun budaya investasi yang sehat.
Baca Juga: Likuiditas Perbankan Makin Ketat, Begini Strategi Bank Menjaga Dana
Selain itu, mereka juga menegaskan pentingnya layanan untuk memberi pengalaman investasi yang lebih baik kepada nasabah melalui sistem transaksi yang stabil dan pengembangan layanan IT.
Singkatnya, Kiwoom Sekuritas saat berfokus pada sejumlah hal, yaitu peningkatan active investor, pertumbuhan nilai transaksi, pengembangan bisnis margin, serta peningkatan kualitas dan daya saing layanan IT sehingga perusahaan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag