Ini 5 Tanda Tubuh Kekurangan Kalsium, Jangan Dibiarkan

calendar_today 30.07.2026 - person  - timer ~

CNN Indonesia

Kamis, 30 Jul 2026 11:15 WIB

Tanda tubuh kekurangan kalsium.
Ilustrasi. Tanda tubuh kekurangan kalsium. (iStockphoto/~UserGI15994093)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kekurangan kalsium bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Apa saja tanda tubuh kekurangan kalsium yang jarang disadari?

Kalsium merupakan salah satu mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh karena berperan penting dalam menjaga fungsi berbagai organ tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, kekurangan kalsium sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk menjaga kadar kalsium dalam darah tetap stabil.

Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk osteoporosis.

Tanda tubuh kekurangan kalsium yang jarang disadari

Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala yang dapat muncul ketika kadar kalsium dalam tubuh terus menurun.

Pilihan Redaksi

  • 7 Tanda Ginjal Bermasalah, Bisa Terlihat di Kulit
  • 5 Manfaat Air Rebusan Daun Kelor, Sehatkan Jantung hingga Otak
  • Sedang Defisit Kalori? Coba 7 Makanan Ini agar Kenyang Lebih Lama

1. Otot sering kram atau kejang

Salah satu tanda tubuh kekurangan kalsium yang paling sering dirasakan adalah otot yang mudah kram, berkedut, atau terasa kaku. Hal ini terjadi karena kalsium berperan penting dalam proses kontraksi dan relaksasi otot.

Ketika kadarnya tidak mencukupi, otot menjadi lebih sulit bekerja secara normal sehingga kram dapat muncul lebih sering, terutama pada kaki atau tangan. Pada kondisi yang lebih berat, kekurangan kalsium bahkan dapat memicu kejang.

2. Kesemutan dan mati rasa

Rasa kesemutan atau mati rasa pada tangan, kaki, hingga area sekitar mulut juga bisa menjadi gejala kadar kalsium yang rendah. Kalsium berfungsi membantu saraf mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh.

Jika kadarnya menurun, proses penghantaran sinyal saraf dapat terganggu sehingga muncul sensasi baal, kesemutan, atau seperti tertusuk jarum.

Bila gejala ini disertai kejang atau gangguan kesadaran, segera konsultasikan ke dokter.

3. Mudah lupa atau sulit berkonsentrasi

Kalsium tidak hanya berperan untuk kesehatan tulang, tetapi juga mendukung fungsi otak dan sistem saraf. Karena itu, kekurangan kalsium dapat menyebabkan seseorang lebih sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga merasa bingung tanpa penyebab yang jelas.

Pada kasus yang berat, kondisi ini bahkan dapat disertai perubahan suasana hati, depresi, atau halusinasi.

4. Tulang dan gigi menjadi lebih rapuh

Saat asupan kalsium tidak mencukupi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk mempertahankan kadar kalsium dalam darah. Akibatnya, kepadatan tulang berkurang secara perlahan sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan berisiko mengalami patah tulang.

Kesehatan gigi pun dapat ikut menurun karena kalsium merupakan komponen utama pembentuk gigi yang kuat. Lama-kelamaan, gigi akan lebih cepat patah ketika digunakan sehari-hari.

5. Kuku mudah patah dan kulit kering

Tanda tubuh kekurangan kalsium juga dapat terlihat dari perubahan pada kuku, rambut, dan kulit. Kuku menjadi lebih tipis serta mudah patah, pertumbuhan rambut cenderung lebih lambat, sementara kulit terasa lebih kering dan rapuh.

Meski gejala ini dapat dipengaruhi banyak faktor, perubahan tersebut tetap perlu diwaspadai apabila muncul bersamaan dengan gejala kekurangan kalsium lainnya.

Memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari jauh lebih efektif dibandingkan mengatasi kekurangan yang sudah terjadi. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 1.000 (miligram) mg kalsium per hari, sedangkan orang berusia di atas 50 tahun dan lansia membutuhkan sekitar 1.200 mg per hari untuk membantu menjaga kepadatan tulang.

Adapun cara terbaik memenuhi kebutuhan kalsium adalah melalui pola makan dengan gizi seimbang. Produk susu seperti susu, yogurt, dan keju merupakan sumber kalsium yang paling dikenal.

Selain itu, kalsium juga dapat diperoleh dari ikan sarden dan salmon, tahu, kacang-kacangan, biji-bijian, kale, brokoli, kacang merah, serta minuman atau sereal yang telah difortifikasi kalsium.

Agar penyerapannya lebih optimal, tubuh juga memerlukan vitamin D. Nutrisi ini membantu meningkatkan penyerapan kalsium di usus sehingga kebutuhan kalsium harian dapat terpenuhi dengan lebih baik. Vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari pagi, ikan berlemak seperti salmon dan tuna, telur, jamur, serta susu yang telah difortifikasi. Im

Imbangi juga asupan harian ini dengan gaya hidup sehat seperti berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, serta membatasi konsumsi alkohol dan rokok. Dengan begitu, kamu bisa terhindari dari tanda tubuh kekurangan kalsium.

(han/asr)