Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Capai 848 Mdpl

calendar_today 13.10.2026 - person  - timer ~

Piknikdong.com, News – Pernah membayangkan naik kereta api sambil melewati kawasan pegunungan dengan ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut?

Advertisements

Indonesia memiliki sejumlah stasiun yang berada di wilayah dengan kontur tanah cukup tinggi. Bahkan, beberapa di antaranya terletak di atas 700 meter dari permukaan laut.

Keberadaan stasiun-stasiun tersebut memperlihatkan bagaimana jalur kereta api di Indonesia mampu menjangkau berbagai kondisi alam.

Tidak hanya melintasi kawasan perkotaan dan dataran rendah, perjalanan kereta juga melewati perbukitan hingga daerah pegunungan.

Advertisements

Menariknya, stasiun yang berada di ketinggian tersebut bukan sekadar bagian dari pemandangan perjalanan.

Sampai sekarang, semuanya masih dimanfaatkan untuk melayani penumpang dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda-beda.

Advertisements

Berdasarkan data elevasi stasiun yang masih melayani aktivitas naik dan turun penumpang, terdapat 10 stasiun dengan posisi geografis tertinggi di Pulau Jawa dan Sumatra.

Daftar Isi!

  • Nagreg Jadi Stasiun Tertinggi di Pulau Jawa
  • 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia
    • 1. Stasiun Nagreg, Berada di Ketinggian 848 Mdpl
    • 2. Stasiun Cipeundeuy, Tempat Kereta Menjalani Pemeriksaan
    • 3. Stasiun Cimindi, Salah Satu Titik Mobilitas Bandung Raya
    • 4. Stasiun Cimahi, Aktivitas Penumpangnya Paling Besar
    • 5. Stasiun Garut, Kembali Melayani Perjalanan Kereta Api Sejak 2022
  • Sumatra Juga Punya Stasiun di Kawasan Dataran Tinggi
    • 6. Stasiun Siantar, Tertinggi dalam Daftar di Sumatra
    • 7. Stasiun Baja Linggei, Bagian dari Jalur Siantar Ekspres
    • 8. Stasiun Dolok Merangir, Berada pada Elevasi 144,56 Mdpl
    • 9. Stasiun Kayutanam, Punya Hubungan dengan Sejarah Jalur Rel Bergerigi
    • 10. Stasiun Lubuk Linggau, Tertinggi di Wilayah Divre III Palembang
  • Hampir 3,9 Juta Aktivitas Penumpang Tercatat di 10 Stasiun

Nagreg Jadi Stasiun Tertinggi di Pulau Jawa

Pulau Jawa memiliki sejumlah stasiun yang berada di kawasan dataran tinggi. Salah satu yang paling menonjol adalah Stasiun Nagreg di Jawa Barat dengan elevasi mencapai 848 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Selain Nagreg, terdapat empat stasiun lain yang masuk dalam daftar lima stasiun tertinggi di Jawa, yaitu Cipeundeuy, Cimindi, Cimahi, dan Garut.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. Stasiun Nagreg: 848 mdpl
  2. Stasiun Cipeundeuy: 772 mdpl
  3. Stasiun Cimindi: 736 mdpl
  4. Stasiun Cimahi: 723 mdpl
  5. Stasiun Garut: 717 mdpl

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa perbedaan ketinggian stasiun menjadi gambaran kondisi geografis yang dilalui jaringan kereta api di Indonesia.

“Perjalanan kereta api melewati dataran rendah hingga kawasan pegunungan dengan karakter lintasan yang berbeda.

Menariknya, stasiun-stasiun pada elevasi tinggi tersebut tetap melayani beragam pola perjalanan masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan antarkota,” ujar Anne.

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia

1. Stasiun Nagreg, Berada di Ketinggian 848 Mdpl

Stasiun Nagreg menempati posisi pertama sebagai stasiun dengan elevasi tertinggi dalam daftar di Pulau Jawa. Berada pada ketinggian 848 mdpl, stasiun ini menjadi bagian dari layanan Commuter Line Area II Bandung.

Aktivitas penumpangnya juga terbilang cukup ramai. Selama Januari hingga September 2026, Stasiun Nagreg mencatat total 42.566 aktivitas pelanggan.

Jumlah tersebut berasal dari 26.712 penumpang yang naik kereta dan 15.854 penumpang yang turun.

2. Stasiun Cipeundeuy, Tempat Kereta Menjalani Pemeriksaan

Berada pada elevasi 772 mdpl, Stasiun Cipeundeuy menjadi stasiun tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Stasiun yang berada di wilayah Jawa Barat ini memiliki peran tersendiri dalam operasional perjalanan kereta api. Kereta yang melintas di Cipeundeuy harus menjalani pemeriksaan sebelum meneruskan perjalanan melewati jalur pegunungan.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tercatat 38.524 aktivitas pelanggan KA jarak jauh di stasiun ini. Rinciannya terdiri atas 20.009 penumpang naik dan 18.515 penumpang turun.

3. Stasiun Cimindi, Salah Satu Titik Mobilitas Bandung Raya

Tidak hanya memiliki posisi geografis yang cukup tinggi, Stasiun Cimindi juga menjadi salah satu tempat penting bagi pengguna Commuter Line di kawasan Bandung Raya.

Stasiun ini berada pada ketinggian 736 mdpl. Dari sisi aktivitas penumpang, jumlahnya bahkan mencapai ratusan ribu dalam kurun waktu sembilan bulan.

Data Januari–September 2026 menunjukkan terdapat 874.522 aktivitas pelanggan. Angka tersebut terdiri atas 460.122 aktivitas masuk melalui gate in dan 414.400 aktivitas keluar melalui gate out.

4. Stasiun Cimahi, Aktivitas Penumpangnya Paling Besar

Stasiun Cimahi berada di posisi keempat dengan elevasi 723 mdpl. Meski bukan yang tertinggi, stasiun ini justru mencatat aktivitas pelanggan paling besar dibandingkan empat stasiun lainnya dalam daftar Jawa.

Total aktivitas naik dan turun penumpang selama Januari–September 2026 mencapai 1.400.263.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari dua layanan kereta api, yaitu KA jarak jauh dan Commuter Line Area II Bandung.

Untuk KA jarak jauh, tercatat 298.903 aktivitas pelanggan yang terdiri atas 154.984 penumpang naik dan 143.919 penumpang turun.

Sementara itu, layanan Commuter Line menyumbang 1.101.360 aktivitas. Rinciannya adalah 551.062 aktivitas gate in dan 550.298 aktivitas gate out.

Besarnya angka tersebut memperlihatkan peran Stasiun Cimahi dalam mendukung perjalanan masyarakat di kawasan Bandung dan sekitarnya.

5. Stasiun Garut, Kembali Melayani Perjalanan Kereta Api Sejak 2022

Berikutnya ada Stasiun Garut yang berada pada elevasi 717 mdpl. Stasiun ini memiliki catatan tersendiri karena kembali melayani perjalanan kereta api setelah jalur Cibatu–Garut direaktivasi.

Pengoperasian kembali lintasan tersebut diresmikan pada 24 Maret 2022.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Stasiun Garut mencatat 746.601 aktivitas pelanggan. Jumlah itu berasal dari layanan KA jarak jauh sebanyak 330.612 aktivitas, dengan rincian 169.081 penumpang naik dan 161.531 penumpang turun.

Adapun Commuter Line mencatat 415.989 aktivitas pelanggan. Angka tersebut terdiri atas 211.551 aktivitas gate in dan 204.438 aktivitas gate out.

Sumatra Juga Punya Stasiun di Kawasan Dataran Tinggi

Selain Pulau Jawa, Sumatra juga memiliki sejumlah stasiun yang berada di wilayah dengan elevasi cukup tinggi.

Lima stasiun yang masuk dalam daftar ini tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, hingga Sumatra Selatan. Masing-masing memiliki karakter perjalanan dan peran berbeda dalam mendukung transportasi masyarakat.

Berikut daftarnya:

  1. Stasiun Siantar: 383,47 mdpl
  2. Stasiun Baja Linggei: 284,20 mdpl
  3. Stasiun Dolok Merangir: 144,56 mdpl
  4. Stasiun Kayutanam: 144 mdpl
  5. Stasiun Lubuk Linggau: 130 mdpl

6. Stasiun Siantar, Tertinggi dalam Daftar di Sumatra

Di Pulau Sumatra, Stasiun Siantar berada pada posisi teratas dengan elevasi 383,47 mdpl.

Stasiun ini menjadi salah satu titik penting dalam layanan KA Siantar Ekspres di Sumatra Utara. Jumlah penumpang yang menggunakan layanan tersebut juga cukup besar.

Selama Januari–September 2026, tercatat 279.492 aktivitas pelanggan di Stasiun Siantar. Sebanyak 141.672 di antaranya merupakan penumpang naik, sedangkan 137.820 lainnya adalah penumpang turun.

7. Stasiun Baja Linggei, Bagian dari Jalur Siantar Ekspres

Masih berada dalam koridor layanan KA Siantar Ekspres, Stasiun Baja Linggei menempati posisi berikutnya dengan ketinggian 284,20 mdpl.

Dibandingkan Stasiun Siantar, aktivitas penumpang di sini memang lebih kecil. Namun, keberadaannya tetap menjadi bagian dari layanan transportasi kereta api bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Baja Linggei mencatat 5.071 aktivitas pelanggan. Rinciannya sebanyak 2.714 penumpang naik dan 2.357 penumpang turun.

8. Stasiun Dolok Merangir, Berada pada Elevasi 144,56 Mdpl

Masih di wilayah Sumatra Utara, ada Stasiun Dolok Merangir yang terletak pada ketinggian 144,56 mdpl.

Stasiun ini juga termasuk dalam lintasan layanan KA Siantar Ekspres. Selama Januari hingga September 2026, aktivitas pelanggan yang tercatat mencapai 17.344.

Jumlah tersebut terdiri atas 9.238 penumpang naik dan 8.106 penumpang turun.

9. Stasiun Kayutanam, Punya Hubungan dengan Sejarah Jalur Rel Bergerigi

Beralih ke Sumatra Barat, Stasiun Kayutanam berada pada elevasi 144 mdpl.

Stasiun ini menjadi salah satu titik layanan KA Lembah Anai. Selain fungsinya untuk melayani perjalanan masyarakat, Kayutanam juga memiliki keterkaitan dengan sejarah jalur kereta api di kawasan pegunungan menuju Padang Panjang.

Lintasan tersebut dikenal menggunakan sistem rel bergerigi yang dirancang untuk membantu kereta melewati medan dengan kemiringan tertentu.

Dari sisi jumlah pelanggan, Stasiun Kayutanam mencatat 113.210 aktivitas selama Januari–September 2026. Angka tersebut terdiri atas 54.156 penumpang naik dan 59.054 penumpang turun.

10. Stasiun Lubuk Linggau, Tertinggi di Wilayah Divre III Palembang

Stasiun terakhir dalam daftar ini adalah Lubuk Linggau di Sumatra Selatan. Dengan elevasi 130 mdpl, stasiun ini menjadi stasiun dengan posisi geografis tertinggi di wilayah Divre III Palembang.

Lubuk Linggau melayani perjalanan sejumlah kereta api, termasuk KA Bukit Serelo dan Sindang Marga.

Aktivitas pelanggannya terbilang cukup tinggi. Sepanjang Januari–September 2026, stasiun ini mencatat 380.481 aktivitas naik dan turun penumpang.

Rinciannya terdiri atas 192.460 penumpang naik serta 188.021 penumpang turun.

Hampir 3,9 Juta Aktivitas Penumpang Tercatat di 10 Stasiun

Sepuluh stasiun dengan elevasi tertinggi di Jawa dan Sumatra tersebut ternyata masih memiliki peran penting dalam jaringan transportasi kereta api Indonesia.

Jika digabungkan, jumlah aktivitas naik dan turun pelanggan selama Januari hingga September 2026 mencapai 3.898.074.

Besarnya angka tersebut memperlihatkan bahwa setiap stasiun memiliki karakter mobilitas tersendiri. Cimahi dan Cimindi, misalnya, banyak berkaitan dengan aktivitas perjalanan masyarakat di kawasan Bandung Raya.

Sementara itu, Garut dan Lubuk Linggau turut melayani perjalanan regional maupun antarkota. Adapun Nagreg, Cipeundeuy, Siantar, Baja Linggei, Dolok Merangir, dan Kayutanam menjadi bagian dari konektivitas masyarakat di wilayah dengan karakter geografis yang berbeda.

Anne Purba mengatakan bahwa keberadaan stasiun-stasiun tersebut tidak hanya menarik dari sisi ketinggian, tetapi juga menunjukkan bagaimana kereta api tetap menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di berbagai daerah.

“Dari Nagreg di +848 meter hingga Lubuk Linggau di +130 meter, setiap stasiun memiliki cerita geografis, sejarah, dan pola perjalanan yang berbeda. Data aktivitas pelanggan menunjukkan bahwa stasiun-stasiun pada lintasan dengan elevasi tinggi tersebut tetap menjadi bagian dari mobilitas masyarakat hingga hari ini,” tutup Anne.

Bagi penumpang yang gemar menikmati perjalanan kereta api, stasiun-stasiun tersebut memperlihatkan sisi lain jaringan perkeretaapian Indonesia. Bukan hanya soal jarak dan tujuan, tetapi juga bagaimana jalur kereta menjangkau wilayah dengan kondisi alam yang beragam.