Industri robotika jadi bidikan baru produsen NEV China

calendar_today 11.09.2026 - person  - timer ~

Industri robotika jadi bidikan baru produsen NEV China

Jumat, 11 September 2026 14:50 WIB

Image Print

Pengunjung menyaksikan pertunjukan robot menari pada pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (10/6/2026). Pameran alat pertambangan yang diikuti perusahaan di sektor industri, konstruksi dan energi serta menghadirkan sekitar 200 merek peralatan pertambangan seperti truk, excavator, robotika, peralatan komunikasi hingga perlengkapan pelindung diri tersebut berlangsung hingga 12 Juni 2026. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YU

Beijing (ANTARA) - Merek-merek kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) China mulai merintis persaingan di bidang baru, yakni industri robotika.

Hampir 20 produsen otomotif, termasuk XPeng, Li Auto, dan BYD, telah memasuki sektor robotika melalui penelitian dan pengembangan (litbang), anak perusahaan, atau investasi industri, seiring dengan masuknya kecerdasan berwujud (embodied intelligence) ke tahap industrialisasi, menurut Beijing Daily.

Xinhua mewartakan pada Kamis (10/9), XPeng memperlihatkan seberapa jauh produsen mobil dapat mengembangkan ambisinya. Unit robotikanya baru-baru ini menyelesaikan putaran pendanaan eksternal awal senilai lebih dari 900 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.529), dengan valuasi melebihi 6,3 miliar dolar AS. Pendanaan tersebut dipimpin oleh IDG Capital, dengan partisipasi dari Gaorong Ventures serta dukungan dari Tencent dan Alibaba sebagai investor strategis.

Perusahaan tersebut memperkenalkan robot humanoid IRON pada November lalu. Robot ini dirancang dengan tulang belakang humanoid, otot bionik, dan kulit fleksibel. IRON menggunakan cip, sistem persepsi, dan model end-to-end yang sama seperti yang digunakan pada mobil cerdas XPeng, serta mulai menjalani produksi uji coba dalam batch kecil di sebuah pabrik di Guangzhou pada Juli.

Perusahaan itu telah menandatangani kesepakatan untuk membangun basis produksi seluas 110.000 meter persegi di kota di China selatan itu, dengan target kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit per bulan pada akhir tahun.

Li Auto mengonfirmasi pada Mei bahwa pihaknya telah memulai litbang pada robot humanoid, dengan memandang pengemudian otonomos dan humanoid serbaguna sebagai dua komponen utama dari kecerdasan berwujud.

Sebaliknya, NIO berkomitmen untuk "berinvestasi, alih-alih membangun," dengan mendukung perusahaan rintisan di bidang AI berwujud yang didirikan oleh kepala divisi teknologi pengemudian cerdasnya.

Selain pengembangan secara mandiri, kerja sama dan investasi industri juga menjadi saluran penting. Pada Agustus, BYD menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan PaXini Tech untuk mendorong penerapan robot dalam proses manufaktur industri.

Sementara itu, ModelBest dan pusat AI Geely bersama-sama meluncurkan kerangka kerja agen kecerdasan berwujud pada Juli, yang kini telah digunakan secara rutin di pabrik-pabrik Geely.

"Pendorong utama di balik langkah produsen mobil memasuki industri robotika adalah upaya mengejar kurva pertumbuhan kedua," ujar Cui Dongshu, sekretaris jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China .

"Produsen otomotif bahkan mungkin memiliki keunggulan dibandingkan banyak startup robotika," kata Cui. Dia menambahkan bahwa keterampilan yang dikembangkan untuk pengemudian cerdas -- seperti persepsi, pengambilan keputusan, kendali, dan daya komputasi -- dapat diterapkan pada kecerdasan berwujud.

Selain itu, komponen seperti motor listrik, baterai, pengendali, serta keahlian dalam manajemen rantai pasok, pengendalian kualitas, dan produksi massal juga memiliki keterkaitan dengan industri robotika.

Cui mengatakan bahwa pabrik otomotif merupakan tempat yang ideal untuk menerapkan robot humanoid, karena berbagai tugas seperti pemindahan material, bongkar muat, perakitan, dan pemeriksaan kualitas melibatkan pekerjaan yang cukup berulang.

"Produsen otomotif dapat mengerahkan robot di pabrik-pabrik mereka sendiri untuk pengujian dan terus mengumpulkan data di lingkungan dunia nyata guna menyempurnakan produk mereka," ujar Cui.

Cui menyarankan jalur "pelanggan bisnis terlebih dahulu, rumah tangga kemudian; penerapan khusus terlebih dahulu, penerapan serbaguna kemudian."

"Jika robot berkembang dari lingkungan industri ke layanan komersial dan bahkan konsumsi rumah tangga di masa depan, toko-toko produsen otomotif, layanan purnajual, dan jaringan luar negeri berpotensi menjadi saluran penjualan dan layanan baru bagi mereka," tambah Cui.

Namun, berbeda dengan sektor otomotif yang didukung rantai pasok suku cadang yang sudah matang untuk produksi massal, robot humanoid masih bergantung pada komponen inti dan rantai pasok yang belum matang, hal yang juga ditekankan Tesla terkait robot humanoid Optimus miliknya.

Peta jalan pembangunan lima tahun terbaru pemerintah China telah menempatkan kecerdasan berwujud sebagai salah satu industri masa depan yang menjadi prioritas.

Menurut proyeksi Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara China, nilai pasar sektor tersebut diperkirakan mencapai 400 miliar yuan (1 yuan = Rp2.612) pada 2030 dan melampaui 1 triliun yuan pada 2035.

China kini menjadi rumah bagi lebih dari 140 produsen robot humanoid. Dengan volume pengiriman tahunan sebanyak 14.400 unit, China kini menyumbang delapan dari setiap 10 robot humanoid yang diproduksi secara global, menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China.

Namun, komisi tersebut telah memperingatkan akan risiko membanjirnya produk sejenis dan sedang menetapkan standar industri serta mekanisme untuk mengatur masuk dan keluarnya pelaku usaha dari industri tersebut.

Para pelaku industri menekankan bahwa tantangan di sektor tersebut juga mencakup kelangkaan data pelatihan berkualitas tinggi, prospek keuntungan yang masih jauh, pengendalian ekspor cip, dan implikasi terhadap lapangan kerja.

Apakah kecerdasan berwujud akan menjadi kisah sukses berikutnya dengan skala seperti industri NEV masih bergantung pada seberapa cepat industri ini beralih dari demonstrasi teknologi yang mengesankan ke produk yang dapat diandalkan.

Penerjemah: Xinhua

Pewarta : Ronny
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.