Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Dialog Inklusif Mengenai Myanmar

calendar_today 14.07.2026 - person  - timer ~

Bagikan:

JAKARTA - Indonesia siap menjadi tuan rumah jika ingin dijadikan tempat untuk menggelar dialog inklusif yang melibatkan seluruh pihak di Myanmar guna tercapainya perdamaian dan rekonsiliasi nasional.

"Tentu saja," jawab Menteri Luar Negeri RI Sugiono ketika ditanya mengenai kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan inklusif pihak-pihak di Myanmar dengan bekerja sama dengan Filipina sebagai Ketua ASEAN, usai memimpin pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-6 Indonesia dan Vietnam bersama Menteri Luar Negeri Le Hoai Trung di Kementerian Luar Negeri RI, Selasa (14/7).

"Kita juga menyampaikan kita siap kalau misalnya Indonesia mau dijadikan tempat (pertemuan inklusif), dan saya kira Indonesia posisinya lebih bisa diterima," lanjutnya.

"Saya sudah menyampaikan kita siap menjadi host," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menlu Sugiono mengatakan dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pihak merupakan kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan di Myanmar, saat menghadiri pertemuan Informal Para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Myanmar yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7).

"Dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan," tegas Menlu RI.

Dalam pertemuan kali ini Menlu Sugiono mendorong peninjauan perkembangan implementasi 5PC yang objektif dan berimbang.

Meskipun terdapat sejumlah perkembangan pascapemilihan umum, implementasi 5PC masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam mewujudkan dialog inklusif yang krusial bagi upaya rekonsiliasi nasional.

Dalam pertemuan tersebut Menlu RI juga menegaskan 5PC tetap menjadi acuan utama ASEAN, dengan penekanan pada penghentian kekerasan, dialog yang inklusif, serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa diskriminasi.

BACA JUGA:


"Kita semua masih dalam kesepakatan 5PC adalah frame work. Tapi juga kemarin disampaikan, harus ada yang lebih detail turunannya, sehingga kita bisa menilai, sudah ada progres," kata Menlu RI Hari Selasa.

Indonesia sendiri pada Hari Minggu menekankan terus mendukung proses perdamaian yang bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led, termasuk melalui berbagai inisiatif engagement dengan seluruh pemangku kepentingan Myanmar.

"Solusi yang berkelanjutan harus bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led. Indonesia siap membantu membangun jembatan untuk mewujudkan hal tersebut," kata Menlu RI.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+