kemitraan kedua negara diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, meningkatkan daya saing produk halal nasional, sekaligus berkontribusi terhadap keseimbangan neraca perdagangan kedua negara
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Maroko membahas akselerasi implementasi kerja sama di bidang jaminan produk halal sebagai tindak lanjut Perjanjian Pengakuan Bersama (Mutual Recognition Agreement/MRA) kedua negara beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perdagangan bilateral kedua negara, memperluas akses pasar produk halal, serta mendukung pengembangan ekosistem halal global.
“Kerja sama ini bukan hanya memperkuat implementasi jaminan produk halal kedua negara, tetapi juga membuka peluang perdagangan multisektoral yang saling menguntungkan serta mendukung keseimbangan neraca perdagangan Indonesia,” ujar Haikal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa percepatan komunikasi dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko dilakukan sejalan dengan dukungan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia untuk mempercepat implementasi MRA, memperkuat sinergi perdagangan multisektoral, serta mempersiapkan agenda kerja sama bilateral berikutnya.
Selain itu, Haikal mengatakan bahwa Maroko merupakan mitra strategis yang memiliki standar mutu tinggi.
Baca juga: Pelaku usaha diingatkan lengkapi label halal dengan nomor registrasi
Baca juga: Indonesia siap inisiatif standar tunggal produk halal sedunia
“Oleh karena itu, kemitraan kedua negara diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi produk Indonesia, meningkatkan daya saing produk halal nasional, sekaligus berkontribusi terhadap keseimbangan neraca perdagangan kedua negara,” kata dia.
Penguatan kerja sama halal Indonesia-Maroko, lanjut dia, juga akan mendukung implementasi kebijakan Wajib Halal atau kewajiban sertifikasi halal di Indonesia yang akan dimulai pada 18 Oktober 2026.
“Selain itu, ini sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas, serta mendorong pengembangan industri halal di berbagai sektor,” kata Haikal.
Di sisi lain, pembahasan lanjutan kerja sama Indonesia-Maroko dalam bidang jaminan produk halal di Jakarta ini turut dihadiri Sekretaris Negara untuk Menteri Perindustrian dan Perdagangan Maroko Omar Hejira, dan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini.
Hadir pula pimpinan lembaga halal Institut Marocain de Normalisation (IMANOR), Kementerian Industri dan Perdagangan Maroko, Association Marocaine des Exportateurs (ASMEX), Fédération Nationale de l'Agro-Alimentaire (FENAGRI), Agence Marocaine de Développement des Investissements et des Exportations (AMDIE), Morocco Foodex, serta sejumlah perwakilan industri Maroko.
Baca juga: BPJPH: Halal bukan lagi isu agama tapi simbol kesehatan, kebersihan
Baca juga: BPJPH: Percepatan sertifikasi halal perkuat ekosistem halal nasional
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.