Jumat, 17 Juli 2026 - 10:02 WIB
Shanghai, VIVA – Indonesia resmi bergabung dalam Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Global (World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO) yang diinisiasi oleh China.
Baca Juga
Keikutsertaan Indonesia tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian WAICO pada Kamis 16 Juli oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam Rapat Terbatas pada tanggal 13 Juli yang lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo untuk mendorong pembangunan ekonomi yang mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan dari PBB, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia," kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Shanghai, dikutip Jumat 17 Juli 2026.
Baca Juga
Photo :
Terdapat 29 negara yang melakukan penandatangan dokumen pendirian WAICO termasuk Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kecerdasan Artifisial dan Pengembangan Digital Kazakhstan Zhaslan Madiyev, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Laos Thongsavanh Phomvihane, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, Wakil Kepala Administrasi Kepresidenan Rusia Maxim Oreshkin, perwakilan Pakistan, Brazil, Afrika Selatan dan lainnya serta dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Baca Juga
"Indonesia perlu terlibat langsung dalam kerja sama internasional dan tata kelola global tentang AI untuk pengembangan yang sehat dan ke arah yang bermanfaat, aman, dan adil untuk kepentingan seluruh umat manusia, sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB," tambah Menko Airlangga.
Dokumen "Agreement on the Establishment of the World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO)" menyatakan bahwa negara-negara penandatangan sepakat untuk mendirikan WAICO sebagai organisasi internasional antar pemerintah yang independen dan diberikan personalitas hukum internasional, dan semua negara yang menandatangani dokumen perjanjian ini akan menjadi pendiri dan Negara Anggota WAICO.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut perjanjian itu, organisasi ini akan menjunjung tinggi tujuan Piagam PBB, berkomitmen pada konsultasi luas dan kontribusi bersama demi manfaat bersama, serta menganut pendekatan yang berpusat pada manusia.
WAICO juga bertujuan untuk mendorong kerja sama internasional dan tata kelola global terkait AI, memastikan AI bermanfaat, aman, dan adil, sehingga mendorong perkembangannya yang sehat dan tertib demi kebaikan seluruh umat manusia.
Halaman Selanjutnya
Menko Airlangga menegaskan bahwa kehadiran Indonesia sebagai salah satu anggota pendiri (Founding Member) dalam organisasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan arah pengembangan tata kelola AI global tetap berpusat pada manusia (human-centric approach) dan menghadirkan manfaat yang setara bagi seluruh negara, khususnya negara-negara berkembang dalam mendorong kemajuan pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.