Putri Dinda Permata Sari
| 1 Agustus 2026, 21:14 WIB

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memberikan sambutan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam. Foto: Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari
AKURAT.CO Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) pada tahun 2025 mencapai angka tertinggi sejak negara Indonesia berdiri.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti semakin kuatnya toleransi dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam.
Ia menjelaskan, meningkatnya indeks kerukunan tidak terlepas dari komitmen seluruh tokoh agama dan masyarakat yang terus menjaga harmoni di tengah perbedaan keyakinan.
"Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," kata Nasaruddin.
Baca Juga: Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan, Lautan Umat Padati Lapangan Monas
Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 di tahun 2025.
Angka tersebut sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47 dan mendekati target akhir RPJMN 2029 sebesar 78,25.
"Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025. Tertinggi semenjak negeri ini berdiri," ujar Nasaruddin.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Indeks Kesalehan Umat Beragama pada 2025 ikut mengalami peningkatan menjadi 84,20.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kehidupan beragama di Indonesia tidak hanya semakin harmonis, tetapi juga diiringi dengan meningkatnya kualitas keberagamaan masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menteri Agama: Ada Tugas Kenegaraan Penting
Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada para tokoh lintas agama yang selama ini konsisten membina umat dan menjaga suasana damai di tengah masyarakat.
"Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan," jelasnya.