Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum meraih peringkat kredit internasional BBB- (layak investasi) dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings.
Pencapaian ini menjadikan peringkat internasional investment-grade sekaligus milestone memperkuat kredibilitas Inalum di pasar keuangan domestik dan internasional dalam siaran pers di Medan, Sabtu (12/9).
Dalam laporan pada 7 September 2026, S&P Global Ratings menilai posisi strategis Inalum dalam Grup MIND ID kuatnya dukungan pemerintah terhadap perusahaan peleburan dan hilirisasi aluminium ini.
S&P Global Ratings memandang Inalum sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan aluminium nasional sejalan dengan agenda MIND ID memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.
Keterkaitan yang erat MIND ID, baik secara strategis maupun finansial memperkuat profil kredit Inalum dalam mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis serta investasi perusahaan.
Outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas Inalum, serta konsisten dukungan MIND ID dalam menopang pengembangan industri aluminium nasional.
Pencapaian peringkat internasional ini melengkapi penguatan profil kredit Inalum di pasar domestik.
Di Agustus 2026, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) meningkatkan peringkat Inalum satu tingkat dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun.
Pemeringkatan internasional dan peningkatan peringkat domestik ini berlangsung saat Inalum tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium periode 2026–2029.
S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional Inalum yang kompetitif. Perusahaan tercatat mampu beroperasi pada kuartal pertama kurva biaya global dibandingkan rata-rata industri pada 2026.
Selain itu, S&P Global Ratings juga menyoroti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air membuat smelter Inalum tidak hanya berkontribusi pengurangan emisi karbon, tetapi mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi perseroan.
Saat ini Inalum mengoperasikan smelter aluminium primer berkapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Atas kepemilikan mayoritas PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Inalum telah mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina.
BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery (SGAR) 1 berkapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun di Mempawah, Kalimantan Barat,
Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.