Jumat, 28 Agustus 2026 18:54 WIB
Pelaksanaan program Immigration to School di SMK Negeri 2 Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-Imigrasi
Solo (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta kembali memperkuat edukasi keimigrasian kepada generasi muda khususnya pelajar soal paspor dan bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lewat program Immigration to School di SMK Negeri 2 Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (27/8).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00-10.00 WIB tersebut membekali peserta didik dengan pengetahuan mengenai paspor sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap TPPO.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 2 Surakarta Joko Widodo memberikan apresiasi atas pelaksanaan Immigration to School. Menurutnya, edukasi keimigrasian penting diberikan kepada peserta didik sebagai bekal untuk memahami dokumen perjalanan sekaligus mengenali risiko TPPO yang dapat menyasar generasi muda.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Komarudin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keimigrasian bagi pelajar. Pemahaman mengenai dokumen perjalanan, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan yang dapat terjadi dalam proses perjalanan maupun bekerja ke luar negeri.
Materi mengenai paspor disampaikan oleh Sri Wulansari yang merupakan Analis Keimigrasian Ahli Muda Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai fungsi paspor sebagai dokumen perjalanan Republik Indonesia, jenis-jenis paspor, persyaratan dan tata cara permohonan, hingga pentingnya menjaga keamanan dan keabsahan paspor.
Peserta didik juga diingatkan untuk menggunakan paspor sesuai peruntukannya serta tidak memberikan, meminjamkan, atau menyerahkan paspor kepada pihak lain yang tidak berkepentingan. Keamanan dokumen perjalanan menjadi hal penting, terutama ketika seseorang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sementara itu, materi pencegahan TPPO disampaikan oleh Analis Keimigrasian Ahli Pertama Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Surya Widhiatmaka.
Dalam materi tersebut peserta diperkenalkan dengan bentuk dan modus TPPO, termasuk pola perekrutan yang menawarkan pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, proses keberangkatan yang mudah, atau pekerjaan di luar negeri tanpa persyaratan yang jelas.
Para pelajar juga diimbau tidak mudah percaya terhadap tawaran dari pihak yang tidak dikenal. Setiap informasi mengenai pekerjaan maupun keberangkatan ke luar negeri perlu diperiksa terlebih dahulu, termasuk memastikan legalitas pihak yang menawarkan pekerjaan dan kebenaran informasi yang diberikan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Bisri mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai penggunaan dokumen perjalanan dan perlindungan diri dari TPPO.
“Generasi muda perlu memiliki pemahaman yang cukup sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri. Jangan sampai ketidaktahuan mengenai paspor, prosedur perjalanan, maupun tawaran pekerjaan justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Melalui Immigration to School, kami ingin mendekatkan informasi keimigrasian kepada pelajar sekaligus membangun kewaspadaan agar mereka mampu melindungi diri. Ini merupakan bagian dari semangat imigrasi untuk rakyat yang terus digaungkan oleh Hendarsam Marantoko selaku Direktur Jenderal Imigrasi,” ujar Bisri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta didik aktif mengajukan pertanyaan mengenai paspor, perjalanan ke luar negeri, serta cara mengenali dan menghindari potensi TPPO.
Melalui Immigration to School, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta berkomitmen untuk terus memperluas literasi keimigrasian di kalangan pelajar.
Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai paspor dan perjalanan internasional, tetapi juga membentuk generasi muda yang lebih waspada, kritis, dan mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan perdagangan orang.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.