Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:34 WIB
Jakarta, VIVA – Setiap manusia memiliki susunan DNA yang hampir serupa, tetapi terdapat sejumlah perbedaan kecil di dalam materi genetik tersebut. Variasi ini menjadi salah satu objek penelitian biologi molekuler untuk melihat apakah perbedaan pada tingkat genetik memiliki kaitan dengan karakteristik tertentu pada manusia.
Baca Juga
Salah satu bentuk variasi genetik yang banyak dipelajari adalah single nucleotide polymorphism (SNP), yaitu perbedaan pada satu basa DNA di lokasi tertentu dalam genom. Variasi kecil tersebut dapat digunakan sebagai penanda genetik untuk membandingkan individu atau kelompok dalam sebuah penelitian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu SNP yang menjadi objek penelitian adalah rs1800497, yang berada di kawasan genetik yang berkaitan dengan DRD2 dan ANKK1. Variasi ini menarik untuk diteliti karena peneliti dapat membandingkan perbedaan genetik antarindividu dan melihat apakah terdapat hubungan dengan karakteristik tertentu yang diamati.
Baca Juga
Kajian mengenai hal tersebut dilakukan Andreas Noven, mahasiswa Magister Biomedik Unika Atma Jaya angkatan 2024. Melalui penelitian berjudul Association Between the DRD2/ANKK1 rs1800497 Polymorphism and Dietary Patterns in Adults with Obesity, Andreas meneliti kemungkinan hubungan antara variasi genetik tersebut dengan pola makan pada orang dewasa dengan obesitas.
Penelitian seperti ini berada dalam bidang nutrigenetik, yang mempertemukan ilmu genetika dengan ilmu gizi untuk mempelajari bagaimana faktor genetik dapat berkaitan dengan respons atau karakteristik yang berhubungan dengan makanan. Namun, adanya hubungan antara suatu variasi genetik dengan karakteristik tertentu tidak otomatis berarti bahwa satu gen menjadi penyebab tunggal dari karakteristik tersebut.
Baca Juga
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, penelitian pada manusia membutuhkan data biologis dan informasi karakteristik dari individu yang diteliti. Dalam prosesnya, Andreas antara lain harus melakukan pengambilan sampel darah dalam penelitian klinis manusia sebelum data tersebut digunakan untuk analisis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tahapan tersebut menjadi salah satu bagian yang cukup menantang dalam perjalanan penelitiannya. Selain pekerjaan laboratorium dan analisis, ia juga harus mencari pendanaan penelitian serta menjalani proses pemulihan setelah operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Humerus Dextra.
"Setiap tantangan justru menjadi bagian dari proses yang membentuk perjalanan ini," ujarnya, dikutip Selasa 11 Agustus 2026.
Halaman Selanjutnya
Dalam penelitian genetika, variasi seperti SNP tidak dibaca sebagai penentu tunggal suatu karakteristik manusia. Peneliti perlu melihat pola data secara keseluruhan, membandingkan kelompok berdasarkan variasi genetik yang dimiliki, kemudian menggunakan analisis statistik untuk mengetahui apakah hubungan yang ditemukan cukup kuat secara ilmiah.