IHSG Sore Ini Tiarap, Anjlok 0,86 Persen ke 6.394: Saham-saham Ini Jadi Pemberat

calendar_today 19.08.2026 - person  - timer ~

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, dengan tekanan cukup dalam. Setelah sempat bergerak menguat dan menyentuh level tertinggi 6.490,91, indeks komposit akhirnya berbalik arah dan ditutup di zona merah.

Baca Juga

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup pada level 6.394,12, melemah 0,86 persen atau 55,70 poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IHSG pada awal perdagangan hari ini dibuka di level 6.408,17. Namun, pergerakan indeks sepanjang perdagangan diwarnai tekanan jual terhadap sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Baca Juga

363 Saham Melemah, Kapitalisasi Pasar Rp11.269 Triliun

Tekanan terhadap IHSG tercermin dari jumlah saham yang berakhir di zona merah. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 363 saham melemah, sementara 238 saham menguat dan 188 saham lainnya stagnan.

Baca Juga

Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan mencapai Rp11.269,99 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih cukup dominan pada perdagangan hari ini. Sejumlah saham menjadi pemberat utama indeks, terutama dari kelompok emiten dengan kapitalisasi besar.

BYAN hingga BREN Tekan IHSG

Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menjadi salah satu pemberat utama IHSG pada perdagangan Rabu. Saham BYAN ditutup anjlok 9,41 persen ke level Rp15.650 per saham.

Tekanan berikutnya datang dari saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Saham perusahaan tersebut terkoreksi 2,59 persen dan berakhir di level Rp4.140 per saham.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga turut memberikan tekanan terhadap indeks. BREN ditutup turun 1,99 persen ke posisi Rp3.450 per saham.

Sementara itu, saham PT Astra International Tbk. (ASII) terkoreksi 1,25 persen menjadi Rp4.730 per saham.

Tekanan terhadap sejumlah saham tersebut membuat penguatan IHSG yang sempat terjadi pada perdagangan intraday tidak mampu dipertahankan hingga penutupan.

Ada Saham yang Masih Menguat

Di tengah mayoritas saham yang berakhir melemah, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) tercatat menguat 6,67 persen ke level Rp1.040 per saham.

Selain itu, saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) juga masih berada di zona hijau dengan kenaikan 0,98 persen menjadi Rp5.150 per saham.

Halaman Selanjutnya

Namun, penguatan sejumlah saham tersebut belum mampu mengimbangi tekanan yang berasal dari saham-saham yang mengalami koreksi cukup dalam.