IHSG Mulai Bangkit, tapi Pemulihan Pasar Saham Belum Aman!

calendar_today 21.10.2026 - person  - timer ~

Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tertekan oleh aksi jual besar-besaran dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Meski demikian, penguatan ini belum cukup untuk memastikan pasar saham Indonesia telah kembali stabil.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai kenaikan IHSG saat ini masih didorong oleh faktor teknikal dan aksi investor yang mulai membeli kembali saham-saham yang harganya telah turun tajam atau dikenal sebagai bargain hunting.

“Rebound IHSG pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh kombinasi technical rebound setelah tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan sebelumnya, aksi bargain hunting terhadap saham-saham yang mengalami koreksi tajam, serta respons positif terhadap langkah pembenahan pasar modal yang dilakukan oleh OJK dan BEI,” ujar Nafan dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Nafan, penguatan IHSG juga terbantu oleh investor domestik yang menyerap saham-saham yang dilepas investor asing. Berdasarkan data yang disampaikannya, investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp2,13 triliun dalam satu hari. Sementara itu, total jual bersih investor asing sejak awal tahun mencapai Rp116,45 triliun.

Di tengah keluarnya dana asing, investor lokal yang menyumbang sekitar 56% dari total transaksi masih menjadi salah satu penopang pasar. Pembelian terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Dari sisi teknikal, Nafan menilai IHSG telah melewati fase awal pola gelombang wave 5/(C)/Y. Sejumlah indikator, seperti Stochastic K-D dan Relative Strength Index (RSI), juga mulai menunjukkan sinyal positif. Peningkatan volume perdagangan turut mendukung peluang pemulihan indeks.

Namun, ia mengingatkan bahwa sinyal teknikal yang membaik belum berarti kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya.

Pasar saham Indonesia masih dibayangi ketidakpastian terkait evaluasi klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Oleh karena itu, rebound saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase pemulihan awal yang masih membutuhkan konfirmasi dari keberlanjutan arus beli, stabilitas rupiah, dan efektivitas reformasi pasar modal,” jelasnya.

IHSG Masih Diuji, Investor Perlu Waspadai Tekanan Jual

Dalam proyeksi teknikal per 21 Oktober 2026, Nafan memperkirakan level support IHSG berada di 5.111 dan 4.907. Sementara itu, level resistance berada di 5.333 dan 5.597.

Menurutnya, peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan masih terbuka apabila kenaikan indeks diikuti peningkatan volume perdagangan dan membaiknya aliran dana asing.

Baca Juga: IHSG Bangkit 0,94% ke 5.328, Pasar Cermati Sinyal BI dan Prabowo!

Baca Juga: BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Bangkit dan Saham Bank Nasional Ikut Menguat

Baca Juga: BEI: Status Saham HSC Tak Otomatis Melanggar Hukum

Sebaliknya, jika kenaikan hanya didorong pembelian spekulatif tanpa diikuti pemulihan kepercayaan investor, IHSG berisiko kembali menghadapi tekanan jual.

Maka dari itu, Nafan menyarankan investor untuk membeli saham secara bertahap, dengan mengutamakan perusahaan yang memiliki fundamental kuat, kondisi keuangan sehat, prospek pertumbuhan yang jelas, serta saham yang aktif diperdagangkan.

Strategi tersebut perlu disertai pengelolaan risiko yang disiplin, mengingat pergerakan pasar masih berpotensi berfluktuasi tajam.