IHSG hari ini menguat seiring kenaikan bunga The Fed sudah di

calendar_today 17.09.2026 - person  - timer ~

IHSG hari ini menguat seiring kenaikan bunga The Fed sudah di "priced in" pasar

Kamis, 17 September 2026 10:12 WIB

Image Print

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis bergerak menguat seiring kenaikan suku bunga acuan The Fed sudah di-priced in (dilakukan penyesuaian harga terlebih dahulu) oleh pelaku pasar.

IHSG dibuka menguat 18,18 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.455,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,97 poin atau 0,46 persen ke posisi 649,93.

"Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, sesuai ekspektasi pelaku pasar, bank sentral Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4,00 persen dari sebelumnya 3,50-3,75 persen.

Median suku bunga The Fed akan berada sekitar 4,1 persen pada akhir 2026 dalam proyeksi ekonomi terbaru, sementara setidaknya 12 anggota FOMC The Fed memperkirakan masih terdapat satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Ketua The Fed, Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama dan kembali menekankan pendekatan berbasis data dibandingkan forward guidance.

“Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter AS,” ujar Liza.

Sementara itu, risiko geopolitik masih terpusat di kawasan Timur Tengah, terutama terkait potensi gangguan terhadap pasokan dan jalur distribusi minyak.

East-West Pipeline Arab Saudi sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan drone dari kelompok Houthi yang didukung Iran, sementara konflik juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran Bab el-Mandeb.

"Namun, kekhawatiran pasokan mulai mereda setelah Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada kilang Asia dan berupaya memulihkan kapasitas pipelinenya secara bertahap," ujar Liza.

Seiring dengan itu, harga komoditas energi mulai mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Harga minyak Brent turun 3,02 persen ke sekitar 105,46 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,71 persen ke sekitar 102 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, Fitch mempertahankan rating Indonesia Investment Authority (INA) pada BBB dengan negative outlook, setara dengan sovereign Indonesia, serta AAA (idn) dengan Stable Outlook untuk skala nasional.

Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap INA “Virtually Certain” dengan Support Score 45/60, yang mencerminkan kuatnya keterkaitan operasional dan keuangan INA dengan pemerintah. Negative Outlook mengikuti prospek sovereign Indonesia, sementara rating nasional tetap stabil.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG menguat seiring kenaikan bunga The Fed sudah di "priced in" pasar

Pewarta : Muhammad Heriyanto
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.