AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan perdana setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menghapus batas bawah harga saham Rp50 atau gocap.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu pemberat utama indeks setelah anjlok hingga Rp43 per saham.
Pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2026), IHSG melemah 94,03 poin atau 1,51% ke level 6.147,85. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.140 sepanjang perdagangan.
Baca Juga: IHSG Merosot ke 6.147 di Tengah Tekanan Rupiah, Saham Gocap Malah Meroket
Penurunan IHSG terjadi bersamaan dengan mulai berlakunya kebijakan baru BEI yang mengubah batas minimum harga saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1.
Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi saham-saham yang sebelumnya tertahan di level gocap untuk kembali membentuk harga berdasarkan mekanisme perdagangan pasar.
Salah satu saham yang langsung bergerak di bawah Rp50 adalah GOTO. Saham perusahaan teknologi tersebut turun 14% ke Rp43 dan menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan Senin. Antrean jual GOTO bahkan sempat menembus 1 miliar lot di harga tersebut.
Tekanan GOTO turut terasa pada pergerakan indeks. Pada perdagangan sesi pertama, koreksi saham GOTO memberikan kontribusi negatif sekitar 12,9 poin terhadap IHSG.
Besarnya pengaruh tersebut berkaitan dengan posisi GOTO yang memiliki jumlah saham beredar besar sehingga pergerakan harganya tetap memberikan dampak terhadap indeks.
Baca Juga: IHSG Tertekan, Yield Treasury AS Tembus 5 Persen
Meski demikian, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menilai, pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan penghapusan batas bawah harga saham.
Menurut Jeffrey, bobot saham-saham yang selama ini bertahan di level Rp50 terhadap IHSG secara keseluruhan relatif terbatas.
“Bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp50 itu terhadap IHSG tidak terlalu besar,” kata Jeffrey di Jakarta, Senin (28/9/2026).