Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIB
Jakarta, VIVA – Pasar saham Indonesia mengalami tekanan berat pada sesi I perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 630,77 poin atau 10,76 persen ke level 5.233, setelah bergerak di rentang 5.193–5.404.
Baca Juga
Di tengah kejatuhan IHSG, sebanyak 30 saham terjun bebas hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan masuk daftar saham dengan penurunan harga terdalam atau top losers. Sejumlah saham yang terkena tekanan jual tersebut di antaranya VKTR, AKRA, SSIA, FORU, hingga CBDK.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 38,67 miliar lembar saham diperdagangkan sepanjang sesi I dengan nilai transaksi mencapai Rp17,33 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.354.139 kali transaksi.
Baca Juga
Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 771 saham bergerak turun, hanya 14 saham menguat, dan tiga saham stagnan. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut terpuruk dengan penurunan sekitar 12 persen.
Baca Juga
Sejumlah saham mencatatkan penurunan harga hampir 15 persen pada perdagangan sesi I. Berikut beberapa saham yang masuk daftar top losers dan menyentuh batas ARB:
Penurunan tajam pada saham-saham tersebut terjadi bersamaan dengan tekanan besar terhadap IHSG. Kondisi ini mencerminkan dominasi tekanan jual di pasar saham pada sesi pertama perdagangan.
ARB merupakan mekanisme batas penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan yang ditetapkan oleh BEI. Ketika harga saham mencapai batas tersebut, penurunan lebih lanjut dibatasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelemahan IHSG juga diikuti penurunan seluruh sektor saham pada penutupan sesi I. Sektor energi tercatat merosot 12,34 persen, sedangkan sektor infrastruktur melemah 12,19 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sektor barang baku turun 12,15 persen, sektor kesehatan terkoreksi 10,98 persen, dan sektor perindustrian melemah 10,74 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada saham-saham tertentu, tetapi juga meluas ke berbagai sektor di Bursa Efek Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, IHSG mengalami trading halt setelah indeks dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92. Tekanan pasar terjadi di tengah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.