Jumlah hotspot di Nabire terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, yakni 25 titik pada 11 September dan 122 titik pada 12 September, hingga 268 titik pada 13 September
Nabire (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hotspot di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melonjak dari 12 titik pada 10 September menjadi 268 titik pada 13 September 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Nabire Husain Kamadi di Nabire, Senin, mengatakan dari 268 hotspot tersebut, sebanyak 25 titik berkategori rendah, 238 titik sedang, dan lima titik berkategori tinggi.
"Jumlah hotspot di Nabire terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, yakni 25 titik pada 11 September dan 122 titik pada 12 September, hingga 268 titik pada 13 September," katanya.
Ia mengatakan, secara keseluruhan, BMKG mencatat 376 hotspot di Papua Tengah pada 13 September yang tersebar di sejumlah kabupaten. dengan Nabire menjadi daerah dengan jumlah deteksi hotspot paling tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
Menurutnya, kategori rendah menunjukkan kemungkinan adanya hotspot yang relatif kecil sehingga perlu verifikasi, sedangkan kategori sedang menunjukkan kemungkinan lebih besar sebagai indikasi kebakaran.
Sementara itu, kategori tinggi menunjukkan indikasi yang lebih kuat dan membutuhkan tindak lanjut segera di lapangan.
Husain menegaskan, hotspot merupakan hasil deteksi satelit sehingga tidak serta-merta menunjukkan jumlah kebakaran yang sedang berlangsung. Kondisi tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan.
BMKG memprakirakan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran, penyebaran api, dan intensitas kebakaran di Papua Tengah masih berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi dalam empat hari ke depan.
Kondisi cuaca di Nabire diprakirakan masih panas dan kering dalam sepekan ke depan dengan peluang hujan yang tidak signifikan.
"Untuk Nabire diprakirakan masih panas dan kering selama satu minggu ke depan sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran," ujarnya.
Husain mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan, membakar sampah di area terbuka, atau membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran lahan.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap mulai mengganggu kualitas udara.
Baca juga: Senin, BMKG: Mayoritas RI berawan-cerah berawan, hujan di Medan-Padang
Baca juga: BNPB berhasil padamkan 71.274 hektare lahan gambut di enam provinsi
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.