Jakarta -
Kontribusi industri event terhadap sektor pariwisata dan perekonomian di Indonesia tidak bisa dianggap remeh.
Kontribusi itu sekarang bahkan bisa dihitung lewat Event Economic Calculator, sebuah instrumen pengukuran untuk mengetahui kontribusi event terhadap perekonomian nasional secara lebih akurat.
Melalui kalkulator itu, pelaku industri akan menyajikan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan white paper mengenai dampak ekonomi penyelenggaraan event terhadap sektor perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan Event Economic Calculator adalah agar kita bisa mendapatkan data yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Harryadin Mahardika dalam Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026, seperti dikutip Selasa (13/10/2026).
Menurut Harryadin, data ekonomi yang berasal dari berbagai institusi, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), pemerintah daerah, dan kementerian, belum selalu mengukur aspek industri event secara langsung dan spesifik.
Sebagian data yang tersedia merupakan data turunan yang belum tentu dirancang untuk menjawab kebutuhan pengukuran. Ia menjelaskan Event Economic Calculator dirancang sebagai dasar penyusunan white paper yang didukung data dan analisis akurat.
Dengan pendekatan tersebut, pengukuran diharapkan tidak lagi hanya mengandalkan proksi atau estimasi, tetapi mampu menghasilkan angka agregat yang menggambarkan kontribusi industri event terhadap perekonomian Indonesia.
"Namun, untuk menghasilkan white paper yang memiliki dasar data dan analisis akurat, kita terlebih dahulu membangun sebuah kalkulator untuk industri event di Indonesia," kata Harryadin.
IVES 2026 Foto: (dok. Istimewa)
Pengumpulan data akan mencakup event yang diselenggarakan oleh anggota asosiasi terkait. Proses pengukuran akan menggunakan metodologi penelitian yang diawasi oleh komite dan dilengkapi pemeriksaan silang untuk menjaga validitas data.
Pengawasan diperlukan untuk mencegah penggelembungan angka maupun penyalahgunaan data. Dengan mekanisme itu, hasil pengukuran diharapkan lebih objektif dan dapat mewakili industri secara keseluruhan.
"Proses pengisian data juga akan diawasi dan melalui pemeriksaan silang (cross-check) untuk memastikan tidak ada angka yang digelembungkan atau disalahgunakan," ujarnya.
Ketua Umum Backstagers Indonesia, Andro Rohmana Putra, menambahkan pihaknya turut mendorong pengukuran dampak event terhadap perekonomian. Ia menilai industri event perlu menunjukkan kontribusinya melalui data yang terukur, sejalan dengan tantangan peningkatan profesionalitas dan standardisasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Ifan mengatakan pemprov DKI akan sangat terbantu dengan adanya kalkulator tersebut.
"Saya senang sekali, Pak. Karena biasanya Pak Gubernur itu ketika ada event besar jam 05:00 WA ke Pak Kadis, Pak Kadis langsung tanya ke saya," tutupnya.
Dengan adanya kalkulator itu, instrumen itu akan menjawab kebutuhan industri terhadap data yang secara khusus mengukur kontribusi kegiatan event terhadap ekonomi. Inisiatif ini diharapkan dapat membangun industri event Indonesia yang lebih terukur dan berkelanjutan.
(wsw/wsw)