Hi…, Dapur Katering Pesawat Dekat Bandara Ini Dilaporkan Jorok

calendar_today 24.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Dapur katering pesawat di dekat Bandara Internasional Los Angeles (LAX), Amerika Serikat (AS), dilaporkan memiliki masalah kebersihan dan keselamatan kerja. Pekerja di sana mengadukan ada belatung hingga kecoa saat menyiapkan makanan untuk penerbangan.

Dikutip dari CNN News, Sabtu (24/10/2026). Keluhan tersebut ditujukan kepada Flying Food Group, perusahaan katering penerbangan yang memiliki 19 fasilitas di AS. Perusahaan tersebut memasok sekitar 120 juta makanan setiap tahun untuk lebih dari 75 maskapai.

Fasilitas di Inglewood, Los Angeles, menjadi salah satu dapur yang mendapat sorotan. Ini bukan kali pertama muncul keluhan mengenai kondisi kerja di dapur tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan keselamatan yang diajukan UNITE HERE Local 11, seorang pekerja mengaku diperintahkan membuka troli peralatan makan maskapai yang sudah lama tidak dibuka. Kejadian tersebut dilaporkan berlangsung pada akhir Juni 2026..

Saat dibuka, pekerja itu menemukan sisa makanan yang sudah membusuk dan tampak dipenuhi jamur, belatung, serta lalat.

Dia pun menyarankan agar peralatan tersebut dibuang. Namun, menurut laporan, atasannya justru memintanya membersihkan peralatan itu untuk digunakan kembali dalam penerbangan berikutnya.

Pekerja tersebut juga mengaku tidak diberikan masker atau alat pelindung pernapasan saat menangani material yang berbau menyengat tersebut.

Keluhan itu juga menyebut adanya dugaan kecoa dan hewan-hewan lain di dapur tersebut, termasuk di area pengolahan makanan dan sekitar troli makanan maskapai. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapur tersebut memasok makanan untuk berbagai penerbangan dari LAX.

Selain masalah hewan dan jamur, pekerja juga mengeluhkan fasilitas sanitasi. Kamar mandi dan tempat cuci tangan disebut kerap kekurangan sabun serta tisu, sehingga pekerja harus mencari perlengkapan tersebut di tempat lain sebelum kembali bekerja menyiapkan makanan.

"Para pekerja sangat frustrasi," kata Maria Hernandez, sekretaris pers UNITE HERE Local 11, serikat pekerja sektor perhotelan yang mengajukan laporan tersebut atas nama para pekerja.

Menurut Hernandez, para pekerja merasa prihatin karena kondisi seperti itu terjadi di fasilitas yang memiliki izin khusus dari Pemerintah Kota Los Angeles untuk beroperasi di kawasan LAX dan memasok makanan bagi sejumlah maskapai besar dunia.

Serikat pekerja telah menyerahkan foto, video, serta kesaksian pekerja kepada Cal/OSHA, lembaga keselamatan dan kesehatan kerja California. Mereka meminta otoritas negara bagian melakukan penyelidikan terhadap kondisi fasilitas tersebut.

Tak hanya soal kebersihan, laporan itu juga menyoroti suhu yang disebut sangat tinggi di ruang pencucian peralatan, tempat berbagai perlengkapan makan dibersihkan dan disanitasi.

Flying Food Group juga memiliki catatan pelanggaran keselamatan kerja yang sebelumnya mendapat perhatian regulator. Pada Mei 2026, Cal/OSHA menerbitkan enam surat pelanggaran terhadap perusahaan setelah insiden kebakaran pada Januari.

Dalam insiden tersebut, dua pekerja dilaporkan ditemukan berada di dalam ruang penyimpanan dingin yang pintunya dirantai dari luar.

Hernandez mengatakan pekerja Flying Food Group telah menyampaikan keluhan mengenai masalah ketenagakerjaan dan keselamatan kepada Board of Airport Commissioners setidaknya 50 kali. Namun, menurutnya, belum ada langkah berarti dari pengelola bandara.

Saat dihubungi CNN, Flying Food Group menyatakan mengetahui adanya tuduhan mengenai kondisi di fasilitas mereka.

"Kami sedang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap tuduhan tersebut dan bekerja sama dengan otoritas regulator terkait," kata perwakilan perusahaan.

Los Angeles World Airports (LAWA), lembaga yang mengelola LAX, juga dimintai tanggapan. Namun, LAWA mengatakan kasus tersebut sedang ditangani Cal/OSHA sehingga pihaknya tidak dapat memberikan komentar.

Sementara itu, pada Februari 2026, kantor Wali Kota Los Angeles Karen Bass berjanji untuk menindaklanjuti persoalan yang melibatkan Flying Food Group.

"Wali Kota Bass menganggap serius tuduhan mengenai kontraktor bandara ini dan terlibat bersama UNITE HERE Local 11 serta Los Angeles World Airports untuk memastikan tuduhan tersebut diselidiki dan ditangani sebagaimana mestinya," demikian pernyataan kantor wali kota.

(fem/fem)