Sabtu, 11 Juli 2026 16:24 WIB
Helikopter water bombing milik BNPB beraktivitas di atas area lahan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (7/7/2026) untuk melakukan pemadaman api. ANTARA/Azmi Samsul M
Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan operasi pemadaman yang dilakukan empat helikopter water bombing (pengeboman air) pada Sabtu resmi dihentikan seiring situasi kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, telah berhasil dikendalikan.
"Berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing," kata Kepala Bidang Pengendalian Taktis dan Evaluasi Operasi BNPB Riswandi di Tangerang, Sabtu.
Meski demikian pihaknya masih tetap melakukan pengendalian dalam kebencanaan ini dengan fokus selanjutnya berupa proses pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap, sehingga tidak memicu kebakaran kembali.
"Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan, agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," kata Riswandi.
Sementara itu Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Suharyono menilai keberhasilan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah serta komponen lainnya yang terlibat.
"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen, mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang, sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil," ucapnya.
Ia mengatakan personel Manggala Agni telah bertugas selama delapan hari dan seluruhnya dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh hotspot telah dinyatakan bersih.
"Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai," katanya.
Sebelumnya, operasi pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin dioptimalkan dengan penambahan penerjunan dua armada helikopter water bombing. Dengan tambahan kekuatan armada tersebut, total menjadi empat helikopter pembom air beroperasi dalam pemadaman kebakaran tersebut.
Selain memperkuat operasi udara, petugas gabungan dari BPBD, BNPB, KLH dan Kemenhut juga terus melakukan pemadaman dari darat dengan dukungan armada pemadam kebakaran serta alat berat, yang menerapkan metode injeksi untuk memadamkan api di bawah timbunan sampah.
Kendati demikian petugas tetap mewaspadai potensi api muncul kembali akibat panas yang masih tersimpan di dalam timbunan sampah.
Pewarta : Azmi Syamsul Ma'arif
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026