Hashim: B50-B100 Bisa Manfaatkan 12,7 Juta Ha Hutan Rusak

calendar_today 08.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyebut pengembangan biodiesel B50 hingga B100 dapat memanfaatkan lahan dari hutan yang terdegradasi.

Hashim mengatakan terdapat sekitar 12,7 juta hektare (ha) hutan terdegradasi di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan baku biofuel.

"B50-B100 itu nanti, syukur-syukurnya itu nanti dari hutan yang rusak, bukan hutan primer. Menurut pemerintah, saat ini terdapat 12,7 juta hektare hutan rusak atau degraded forest," ujar Hashim dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hashim menjelaskan hutan terdegradasi yang dimaksud merupakan kawasan yang telah mengalami kerusakan, termasuk akibat penebangan, sehingga tidak lagi memiliki tutupan hutan seperti kondisi awal.

"Itu hutan, tapi tidak ada kayu lagi. Sudah ditebang, semak belukar dan sebagainya. Itu yang sebetulnya sumber karbon lah. Hutan-hutan rusak itu," ujar Hashim.

Menurut Hashim, pemanfaatan kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung target swasembada energi melalui pengembangan biofuel.

"Nah, yang B50-B100 itu kita menuju ke swasembada energi dari biofuel. Kita memakai dari tanah, dari hutan degradasi, hutan rusak, bukan hutan primer," tuturnya.

Hashim mengatakan pendekatan tersebut juga mendapat respons positif dari pihak luar negeri. Ia menegaskan pengembangan energi tersebut tetap perlu memperhatikan aspek lingkungan, termasuk perlindungan hutan dan perairan.

"Saya sangat optimis Indonesia terang. Kita akan bertumbuh, ekonomi kita dengan strategi yang berimbang. Growth with balance, growth balance. Kita perhatikan dan kita utamakan juga lingkungan hidup, termasuk hutan kita, perairan kita," katanya.

Dalam kesempatan sama, Hashim juga menyinggung kondisi taman nasional di Indonesia. Ia menyebut terdapat 57 taman nasional dengan luas total sekitar 23 juta hektare.

Hashim mengatakan sebagian kawasan tersebut menghadapi persoalan kerusakan, termasuk akibat perkebunan sawit dan pertambangan ilegal.

"Tapi ternyata berapa juta hektare sudah ditebang oleh pihak-pihak yang ilegal. Ini adalah perkebunan sawit ilegal, 5 juta hektare sudah dikuasai negara," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah telah mengambil alih sejumlah kawasan tersebut dan menyiapkan petugas untuk mencari pendanaan dari luar negeri guna memelihara serta memulihkan kawasan taman nasional yang rusak.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)