Jumat, 24 Juli 2026 - 13:39 WIB
Jakarta, VIVA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menganugerahi penghargaan kehormatan untuk lima tokoh ulama dalam puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang digelar di JCC, Senayan, Kamis, 23 Juni 2026.
Baca Juga
Lima tokoh tersebut dinilai memiliki jasa luar biasa dalam menyelaraskan dakwah Islam dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penghargaan kehormatan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH. Manarul Hidayah, bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB, M Hasanuddin Wahid, di hadapan para kader dan tamu undangan.
Baca Juga
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menjelaskan bahwa kelima ulama yang dianugerahi penghargaan ini merupakan sosok-sosok teladan.
Mereka diketahui telah menghabiskan sepanjang hayatnya untuk memajukan pendidikan pesantren, menyebarkan syiar agama, sekaligus memperkokoh fondasi persatuan bangsa.
Baca Juga
Kang Cucun, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa penganugerahan ini adalah wujud takzim PKB terhadap para kiai yang selalu menjaga harmoni antara ajaran agama dan semangat cinta Tanah Air.
"Penghargaan PKB ini kami persembahkan kepada para kiai yang berdakwah menanamkan nilai-nilai keislaman dalam satu tarikan napas yang menyatu dengan nasionalisme, Pancasila, dan cinta Tanah Air, menggunakan bahasa rakyat yang mudah dipahami oleh umat," ujar Cucun.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa rekam jejak kelima kiai tersebut telah menjadi bukti nyata bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tidak bisa dipisahkan dari implementasi ajaran Islam itu sendiri.
"Sepanjang hidup beliau-beliau mendedikasikan diri untuk mendidik umat dan rakyat bahwa mencintai Indonesia sama pentingnya dengan mencintai agamanya. Menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sama mulianya dengan melaksanakan rukun Islam," lanjutnya.
Adapun lima ulama besar yang menerima penghargaan dalam momen bersejarah tersebut adalah:
1. KH. Sahal Mahfudh (diwakili oleh putranya, Gus Abdul Ghoffar Rozin)
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mantan Rais Aam PBNU (1999–2014) sekaligus Pengasuh Ponpes Maslakul Huda, Kajen, Pati, ini adalah kiai alim yang dikenal gigih berdakwah ke berbagai pelosok negeri. Ia selalu membawa pesan kedamaian yang memadukan keislaman, akhlak, dan nasionalisme.
2. KH. Hasyim Muzadi (diwakili oleh putranya, Gus Yusron Hasyim Muzadi)
Halaman Selanjutnya
Sosok intelektual Muslim dan mantan Ketua Umum PBNU (2000–2010) ini tak henti mengampanyekan Islam moderat. Pengasuh Ponpes Al Hikam tersebut merangkul berbagai kalangan dalam dakwahnya, mulai dari majelis kampung, mimbar akademik, hingga forum dialog peradaban dunia.