Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) dan PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) sekaligus mulai Selasa, (6/10/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi pergerakan harga saham yang tidak wajar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham kedua emiten tersebut.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham IFSH tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.
Mengutip data pasar, saham IFSH bergerak stagnan ke angka Rp2.060 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham emiten pertambangan ini naik 92.52% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 152.76%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan IFSH, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham MITI karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan hari ini, saham MITI stagnan di di level Rp370. Adapun saham investasi ini terpantau naik 63.72% dalam periode bulanan, dan telah turun 16.6% selama year to date (YTD).
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]