Jakarta, CNN Indonesia --
Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Selasa (21/7), setelah pasar menimbang laporan mengenai upaya mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Upaya mediasi muncul di tengah aksi saling serang terbaru kedua negara, serta ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi di Yaman.
Harga minyak mentah Brent turun 35 sen atau 0,4 persen menjadi US$88,87 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS stabil di US$82,47 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ancaman blokade laut terhadap Arab Saudi oleh Houthi sangat signifikan karena meningkatkan risiko gangguan terhadap salah satu eksportir minyak utama dunia," kata Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer dikutip Reuters.
Analis pasar IG Tony Sycamore menilai harga minyak sudah naik cukup jauh dan masih berpotensi meningkat lebih tinggi lagi. Namun, dalam jangka pendek, pembicaraan mengenai deeskalasi dan perundingan damai semalam membatasi kenaikan harga untuk sementara waktu.
"Apakah pembicaraan damai itu akan membuahkan hasil masih harus dilihat," ujar analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan riset.
Sementara itu, survei awal Reuters pada Senin menunjukkan persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun pada pekan lalu, seiring penurunan stok bensin. Di sisi lain, stok produk sulingan (distillate) diperkirakan meningkat.
Kemarin, kelompok Houthi Yaman (20/7) menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Langkah tersebut berpotensi membuka front baru dalam konflik antara AS dan Iran, serta meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi dan perdagangan global di luar kawasan Teluk.
Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal dari para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari.
Langkah itu dilakukan untuk menyelamatkan kesepakatan sementara yang ditandatangani pada 17 Juni, yang dimaksudkan sebagai jalan menuju perjanjian permanen guna mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari setelah serangan provokasi AS dan Israel terhadap Iran.
Dorongan diplomatik tersebut muncul setelah semalam penuh sejumlah kota di Iran dihujani serangan AS. Agresi AS itu dibalas Garda Revolusi Iran dengan menyerang aset militer AS di berbagai wilayah di Timur Tengah.
[Gambas:Video CNN]
(pta)
Add
as a preferred
source on Google