Harga Minyak Mentah Indonesia Anjlok Lebih dari US$23 per Barel, Pemerintah Ungkap Penyebab Utamanya

calendar_today 18.07.2026 - person  - timer ~

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:18 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 sebesar US$83,45 per barel, turun tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$106,56 per barel.

Baca Juga

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penurunan harga minyak mentah Indonesia ini dipengaruhi kombinasi perkembangan geopolitik global dan kondisi fundamental pasar minyak dunia yang mendorong harga minyak internasional bergerak melemah sepanjang Juni.

Baca Juga

ICP Turun Lebih dari US$23 per Barel

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengatakan ICP Juni mengalami penurunan signifikan dibandingkan Mei 2026.

Baca Juga

"Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar US$22,50 per barel dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level US$106,56 per barel. Penurunan ini secara umum dipengaruhi oleh tensi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang cenderung mereda sepanjang bulan Juni," ujar Laode dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan data pemerintah, rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun dari US$106,56 per barel menjadi US$83,45 per barel, atau melemah sekitar US$23,11 per barel dibandingkan bulan sebelumnya.

Meredanya Konflik Timur Tengah Tekan Harga Minyak

Pemerintah menjelaskan, salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan ICP adalah meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan yang sebelumnya melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menunjukkan penurunan selama Juni 2026. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif terhadap pasar energi global sehingga harga minyak berangsur turun.

Selain itu, pemberlakuan gencatan senjata turut memperbaiki kondisi pasar minyak internasional.

Pembukaan Selat Hormuz Dorong Pasokan Global

Faktor lain yang ikut menekan harga minyak dunia adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute penting distribusi minyak dunia. Dengan kembali terbukanya akses pelayaran, pasokan minyak global menjadi lebih lancar sehingga kekhawatiran terhadap gangguan distribusi berkurang.

Meningkatnya pasokan minyak ke pasar internasional ikut memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah, termasuk ICP Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Permintaan Melambat, Produksi Kembali Naik