Harga Emas Antam Hari Ini 23 September 2026 Naik Rp 3.000, Cek Daftar Lengkap di Sini

calendar_today 23.09.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Harga emas Antam hari ini lebih mahal Rp 3.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas hari ini dipatok Rp 2.630.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya di posisi Rp 2.627.000 per gram.

Kenaikan juga dialami harga buyback (beli kembali) emas Antam. Harga buyback emas Antam hari ini bertambah Rp 3.000 menjadi Rp 2.465.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke Antam. Sementara itu, harga yang tercantum pada awal perdagangan merupakan harga jual emas Antam kepada konsumen.

Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia serta kondisi pasar.

Rincian Harga Emas Antam Rabu (23/9/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.365.000
  • 1 gram: Rp 2.630.000
  • 2 gram: Rp 5.210.000
  • 3 gram: Rp 7.797.000
  • 5 gram: Rp 12.965.000
  • 10 gram: Rp 25.850.000
  • 25 gram: Rp 64.460.000
  • 50 gram: Rp 128.755.000
  • 100 gram: Rp 257.360.000
  • 250 gram: Rp 643.090.000 (pre order)
  • 500 gram: Rp 1.285.900.000 (pre order)
  • 1.000 gram: Rp 2.570.600.000 (pre order)

Mengingat harga emas yang dinamis, investor dan masyarakat yang hendak bertransaksi disarankan untuk selalu memeriksa pembaruan harga terbaru secara berkala.

Harga Emas Dunia

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 14 Januari 2026, Berikut Rinciannya

Perbesar

Sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 2.652.000 per gram. Tampak dalam foto, koin dan batangan emas dipajang di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh pada Rabu 14 Januari 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa, 22 September waktu setempat. Tekanan terhadap harga emas seiring investor semakin memperhitungkan skenario suku bunga Amerika Serikat (AS) yang tinggi dalam jangka waktu lebih lama sehingga menambah tekanan baru pada pasar yang sebelumnya telah turun lebih dari 22% dari rekor tertinggi pada Januari 2026.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (23/9/2026), harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.332,34 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) turun 0,3% menjadi US$ 4.370,40. Harapan kenaikan suku bunga yang lebih kuat dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengalahkan daya tarik emas sebagai safe haven.

Perubahan utama datang dari the Federal Reserve (the Fed). Pelaku pasar melihat ada peluang 90% untuk kenaikan suku bunga lanjutan pada Desember, naik dari 80% seminggu sebelumnya, berdasarkan data dari CME FedWatch Tool.

Penyesuaian harapan pasar ini menyusul sikap hawkish dari Presiden Fed St Louis, Alberto Musalem dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee.

Sentimen The Fed

Perbesar

Logo Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) di Washington. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Keduanya mengisyaratkan perlunya pengetatan lebih lanjut karena permintaan yang kuat dan kenaikan harga energi terus menjaga tingkat inflasi tetap tinggi. The Fed telah menaikkan suku bunga pekan lalu, sementara Ketua Kevin Warsh mengisyaratkan kenaikan tambahan mungkin akan menyusul.

"Masalahnya adalah, meskipun harga minyak cenderung sedikit menurun, pasar terus memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed secara kuat, dalam beberapa hari terakhir, dolar AS menunjukkan sedikit penguatan, dan hal itu biasanya berdampak negatif bagi emas," ujar TD Securities Global Head of Commodity Strategy Bart Melek.

Tekanan yang terjadi cukup signifikan. Harga emas telah turun lebih dari 22% dari rekor tertinggi sepanjang masa pada Januari sebesar US$ 5.594,82 per ons. Pembalikan arah ini sebagian besar didorong oleh ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menyusul perang AS-Israel melawan Iran serta kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi.

Poin Penting bagi Investor

Hari Ini 14 Mei 2024: Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Pegadaian Masih Anjlok

Perbesar

Karyawan melayani calon pembeli emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (14/5/2025). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bagi investor emas, variabel utama berikutnya adalah apakah langkah pengetatan The Fed akan semakin menguat. Peningkatan lebih lanjut pada peluang kenaikan suku bunga Desember, data inflasi yang lebih tinggi, atau penguatan dolar AS yang berkelanjutan dapat terus menekan harga emas.

Sebaliknya, penurunan harga energi atau inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi kebutuhan akan pengetatan tambahan dan membantu menstabilkan harga emas.

Oleh karena itu, investor perlu memantau dengan cermat komunikasi The Fed, harga minyak, nilai tukar dolar AS, dan data inflasi. Dengan harga emas yang sudah berada lebih dari seperlima di bawah rekor tertingginya, pergerakan harga logam mulia ini ke depannya semakin bergantung pada apakah pasar terus memperhitungkan kebijakan restriktif hingga jauh ke 2027.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6