Hangtuah Basketball Tunjuk Yohanes Kristian sebagai Interim Head Coach, Siapkan Kekuatan Baru

calendar_today 18.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Hangtuah Basketball mulai menata kembali kekuatannya setelah menuntaskan kompetisi IBL 2026. The FigHTers melakukan sejumlah perubahan di sektor pemain dan kepelatihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.

Pada Selasa (18/8/2026), manajemen Hangtuah Basketball resmi menunjuk Raden Yohanes Kristian sebagai interim head coach. Pria yang akrab disapa Coach Bombom tersebut akan memimpin persiapan tim menuju IBL All Indonesian 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, sekaligus membangun fondasi untuk menghadapi musim kompetisi 2027.

Penunjukan Yohanes Kristian bukan sesuatu yang asing bagi Hangtuah. Coach Bombom sebelumnya pernah menjadi bagian dari tim kepelatihan Amartha Hangtuah Jakarta pada IBL 2024.

Saat itu, ia juga sempat dipercaya sebagai interim head coach setelah Coach Bedu diberhentikan pada pertengahan musim. Setelah kepergian Andika Saputra, Yohanes Kristian melanjutkan tugas sebagai nakhoda sementara dalam beberapa pertandingan.

Kini, sekitar dua tahun berselang, Coach Bombom kembali dipercaya mengemban tugas serupa.

Kali ini, ia memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membangun fondasi permainan, disiplin, chemistry, hingga kultur tim sebelum Hangtuah menghadapi tantangan baru.

Pernah Jadi Bagian dari Transformasi Klub IBL

Sebelum kembali ke Hangtuah, Yohanes Kristian juga memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih klub kontestan IBL yang mengalami transformasi dalam tiga musim beruntun.

Ia menjadi bagian dari perjalanan klub yang menggunakan nama Louvre Surabaya pada 2020, Louvre Dewa United pada 2021, dan Dewa United Basketball Club pada 2022.

Dalam menjalankan tugasnya di Hangtuah, Coach Bombom tidak bekerja sendirian. Ia akan didampingi dua asisten pelatih, yakni Moosa Permadi Hantijono dan Hendrikus Andi Anggriyanto.

Moosa memiliki pengalaman bekerja dengan sejumlah tim basket profesional di Indonesia. Sementara Hendrikus dikenal memiliki pengalaman dalam menangani pebasket kelompok usia muda.

Coach Bombom pun membawa misi menjadikan Hangtuah sebagai tim muda yang mampu berprestasi di pentas IBL.

Ia ingin memaksimalkan talenta muda yang sudah berada di dalam tim, sekaligus mencari pemain muda berpengalaman untuk memperkuat fondasi The FigHTers.

"Hal baru yang saya tawarkan adalah menaikkan jam terbang pemain-pemain muda yang sudah ada di dalam tim ini. Kami juga akan merekrut sejumlah pemain muda berpengalaman untuk menjadi fondasi utama tim Hangtuah," ujar Yohanes Kristian.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Setelah membentuk tim kepelatihan, Hangtuah Basketball langsung menyiapkan sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah melakukan kunjungan ke Australia. Rombongan yang terdiri dari Raden Yohanes Kristian, Moosa Permadi Hantijono, Hendrikus Andi Anggriyanto, serta Direktur Operasional Danzel Hartono dijadwalkan terbang ke Australia pada akhir Agustus 2026. Mereka akan menjalani program pelatihan intensif bersama Perth Wildcats. Selama sekitar sepekan, delegasi Hangtuah akan mempelajari sistem operasional salah satu klub basket profesional paling sukses di Australia tersebut. Perth Wildcats tercatat telah mengoleksi 10 gelar juara National Basketball League (NBL). Momentum kunjungan juga dinilai tepat karena kompetisi NBL Australia musim 2026-2027 akan segera bergulir pada pertengahan September. Hangtuah ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempelajari secara langsung proses persiapan klub profesional menghadapi kompetisi level elite. Managing Director Hangtuah Basketball, Kurniawan Santoso, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses benchmarking untuk meningkatkan standar pengelolaan klub. "Lawatan ke markas Perth Wildcats kali ini menjadi bagian dari proses benchmarking Hangtuah Basketball terhadap standar pengelolaan klub basket profesional di level elite, khususnya terkait metodologi latihan, sport science, player development, performance management, hingga operasional sehari-hari," kata Kurniawan. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru yang kemudian diadaptasi ke dalam ekosistem basket Indonesia. Sepulang dari Australia, Hangtuah Basketball akan melanjutkan persiapan dengan menggelar training camp (TC) pada awal September. Para pemain, termasuk Amaluddin dan kawan-kawan, dijadwalkan berkumpul di Bandung untuk menjalani pemusatan latihan intensif.