Rabu, 2 September 2026 11:13 WIB
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak masyarakat untuk terlibat langsung sebagai pasukan darat satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (satgas karhutla) guna memperkuat penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Selasa, mengatakan pihaknya membuka kesempatan untuk seluruh lapisan masyarakat yang ingin bergabung dalam pasukan darat tersebut dengan mendapatkan insentif Rp150 ribu per hari.
"Adik-adik pun boleh mau daftar sebagai pasukan darat. Itu ada uang semangatnya, berapa Pak? Rp150.000," katanya.
Ia menjelaskan masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri dan akan diakomodasi oleh pemerintah daerah.
Pelibatan tersebut juga terbuka bagi insan pers yang ingin membantu penanganan karhutla secara langsung maupun melalui edukasi kepada masyarakat.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam penanganan karhutla karena berdasarkan hasil investigasi, mayoritas kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia.
"Kalau hasil investigasi menunjukkan mayoritas ini adalah ulah manusia, dan yang terdampak manusia, untuk mengatasinya water bombing (pengebom air) pun kalah dibanding manusia," katanya.
Menurutnya, pemadaman melalui pasukan darat memiliki peran penting karena personel dapat langsung menangani sumber api di lokasi kebakaran, sehingga penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan operasi udara seperti pengebom air.
Maka dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat Sumsel mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran di lapangan.
"Maka saya minta untuk kita semua warga Sumatera Selatan, masing-masing paling tidak kita ada peran pada posisi promotif, preventif, dan penanganan juga," ujarnya.
Ia juga mendorong masyarakat yang aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan pesan pencegahan karhutla dan mengajak masyarakat lainnya turut menjaga lingkungan dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Teman-teman yang main medsos, silakan untuk mengajak orang bahwa kita ini punya peran dalam memulai dan mengakhiri," kata Deru.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026