Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta 153 unit alat mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan kepada petani dimanfaatkan untuk mempercepat pengolahan lahan, terutama menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung di daerah tersebut.
“Bagi petani-petani yang sudah mengolah, nanti segera dibantu dengan traktor-traktor besar,” kata Gusnar saat diwawancarai di Gorontalo, Sabtu.
Ia mengatakan dukungan alat pertanian menjadi salah satu upaya untuk membantu petani mempersiapkan lahan sehingga dapat segera dimanfaatkan ketika kondisi cuaca mulai mendukung kegiatan pertanian.
Gusnar juga meminta petani memanfaatkan informasi mengenai potensi hujan yang diprediksi terjadi pada pertengahan November. Menurut dia, potensi hujan tersebut perlu diantisipasi dengan kesiapan lahan dan sarana produksi.
“Saya punya sedikit informasi, tadi pagi saya didatangi BMKG, dilaporkan hujan itu bisa ada itu pun sedikit pada pertengahan November. Jadi informasi itu untuk kita manfaatkan,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya petani, tetap bersabar menghadapi kemarau berkepanjangan yang disertai fenomena El Nino. Pemerintah, kata dia, akan terus mengupayakan dukungan bagi sektor pertanian sembari menunggu kondisi cuaca membaik.
“Untuk sementara informasi itu kita pegang sembari kita terus berharap dan berdoa semoga Allah SWT segera menurunkan hujan,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan 153 unit alsintan kepada penerima manfaat di Kecamatan Asparaga, Tolangohula, Boliyohuto, dan Mootilango, Kabupaten Gorontalo.
Bantuan tersebut terdiri atas tiga unit traktor roda dua, 142 unit hand sprayer, dua unit cultivator, dua unit pompa air, dan empat unit power sprayer dengan nilai anggaran Rp258 juta yang bersumber dari APBD Provinsi Gorontalo.
Bantuan diberikan kepada petani perorangan dan kelompok tani sebagai tindak lanjut aspirasi anggota DPRD untuk memenuhi kebutuhan sarana pertanian.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.