REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengemukakan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang telah menciptakan suasana wilayah yang adem ayem dan penuh ketenteraman. Hal ini ia sampaikan pada acara penutupan di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu malam.
Ia menuturkan bahwa selama sembilan hari pelaksanaan, lantunan ayat-ayat suci Al Quran yang berkumandang di berbagai lokasi di Kota Semarang telah menghadirkan suasana yang khidmat. "Selama sembilan hari kita telah bersama-sama dalam suasana yang penuh khidmat, yaitu mengagungkan kalam ilahi," katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menjelaskan hikmah dari kegiatan ini sangat terasa bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota di dalamnya. "Hikmahnya bagi Provinsi Jawa Tengah dan 35 kabupaten/kota, selama sembilan hari adem, tenteram, ora ono kasak-kusuk terkait MTQ," ujarnya menegaskan.
Pengaruh positif pelaksanaan MTQ Nasional ini, menurut Gubernur, tidak hanya terasa di dunia nyata tetapi juga merambah ke platform digital. Ia menyoroti bahwa media sosial yang biasanya riuh dengan berbagai informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, kini dipenuhi dengan konten-konten positif terkait Musabaqah Tilawatil Quran.
"Media sosial dipenuhi dengan Musabaqah Tilawatil Quran selama sembilan hari," katanya. Melihat dampak positif tersebut, Ahmad Luthfi bahkan menyampaikan harapannya secara langsung kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara tersebut. "Kami ingin kepada Pak Menteri kalau bisa tiap hari lakukan Musabaqah Tilawatil Quran di seluruh provinsi Republik Indonesia," pintanya.
Ia berharap, penyelenggaraan MTQ Nasional dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat berbuat lebih banyak kebaikan. Termasuk di antaranya adalah menghentikan kebiasaan menyebarkan informasi yang tidak benar di dunia maya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa ada empat kekuatan utama yang dimiliki Jawa Tengah sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Pertama, menjaga integritas dan muruah MTQ dengan memperkuat profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian.
Kedua, Jawa Tengah dinilai mampu memperkuat pembinaan MTQ secara berkelanjutan melalui kaderisasi peserta, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Al Quran. Ketiga, provinsi ini dapat bersinergi dalam menerapkan standardisasi pembinaan, seleksi peserta, penyusunan materi, sistem perhakiman, dan tata kelola MTQ.
"Keempat, memperkuat dukungan pemerintah daerah, dukungan kebijakan, kelembagaan, dan penganggaran yang diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran semakin kuat, berkelanjutan," pungkas Taj Yasin Maimoen.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara