Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan jajaran Polda Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi dapat menjaga keamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka selama 24 jam untuk mencegah praktik premanisme saat pembangunan fasilitas tersebut.
"Saya sudah minta Pak Kapolda dan Pak Pangdam jaga 24 jam. Tidak boleh datang siapa pun ke sini untuk minta ritasi pengiriman pasir, minta ritasi pengiriman batu, dan sejenisnya. Ini adalah jaminan," katanya dalam keterangan di Bandung, Kamis.
Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proyek strategis pengolahan sampah menjadi energi listrik itu dapat berjalan tanpa gangguan dari pihak-pihak yang meminta keuntungan secara tidak sah.
"Biasanya ada proyek, besok ada orang yang pakai seragam ke sini. Pakai kaos bawa bendera. Nanti setiap mobil lewat, pungli. Nanti datang lagi kelompok ini, mengajukan proposal untuk peringatan Agustus, tidak diberi, marah. Saya katakan tidak boleh," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Dedi bidik Jabar jadi provinsi penghasil listrik terbesar
Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan perang terhadap segala bentuk premanisme karena dinilai dapat menciptakan budaya memperoleh penghasilan tanpa bekerja.
"Saya menyatakan perang terhadap premanisme. Premanisme, kita membiarkan orang mendapatkan uang tanpa bekerja, ini akan melahirkan sebuah preseden (contoh) buruk," katanya.
Ia berharap pembangunan TPPAS Legok Nangka memberi manfaat luas bagi masyarakat, termasuk mendukung target seluruh warga Jawa Barat memperoleh akses listrik pada 2027.
Baca juga: DPRD Jabar: PSEL Legok Nangka jadi solusi hadapi krisis sampah
"Tahun depan seluruh rakyat Jawa Barat sudah punya listrik. Dari 500 ribu yang tidak punya listrik, sekarang tinggal 70 ribu lagi. Tahun depan tuntas," ujarnya.
Pembangunan TPPAS Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi bersih dan penanganan darurat sampah di Jawa Barat.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan listrik hingga 40,79 megawatt melalui teknologi insinerator bersuhu di atas 800 derajat Celsius serta mengolah sampah plastik menjadi bioenergi dengan konsep ekonomi sirkular.
Baca juga: Wamen ESDM pastikan teknologi PSEL Legok Nangka aman bagi lingkungan
Baca juga: PT PII: Proyek PSEL Legok Nangka kolaborasi pusat dan daerah
Baca juga: PLN pastikan serap listrik dari PSEL Legok Nangka selama 20 tahun
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.