Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di seluruh SMA, SMK, dan SLB, di provinsi itu dapat difokuskan untuk membentuk karakter peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
"Dalam MPLS, tugas kita bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi yang lebih utama adalah membentuk karakter," kata Gubernur Helmi Hasan di Bengkulu, Jumat.
Dia mengatakan MPLS harus menjadi ruang yang aman, nyaman, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru. Menurut dia, praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun aktivitas yang tidak mendidik, tidak lagi memiliki tempat dalam pelaksanaan MPLS.
Helmi juga menitipkan pesan kepada kepala sekolah, guru, dan kakak kelas, agar menyambut peserta didik baru dengan kehangatan serta membimbing mereka dengan penuh kasih sayang selama mengikuti MPLS.
Menurut dia, beberapa hari pelaksanaan MPLS harus dimanfaatkan siswa untuk mengenali budaya sekolah, memahami sistem pembelajaran yang baru, bersosialisasi dengan teman dari berbagai latar belakang, serta menghormati guru dan kakak kelas.
Dia menilai tantangan yang akan dihadapi generasi muda ke depan semakin dinamis, sehingga sekolah perlu membentuk peserta didik yang kreatif, adaptif, mampu bekerja sama, serta melek teknologi tanpa kehilangan identitas budaya.
Helmi juga berpesan kepada siswa SMK agar mengasah keterampilan, sehingga siap menjadi motor penggerak perekonomian, sementara siswa SMA dipesankan untuk memperdalam sains dan literasi untuk membuka gerbang ilmu pengetahuan seluas-luasnya.
Kepada peserta didik baru SLB, ia menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi karena setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi yang dapat menginspirasi banyak orang.
Helmi juga mengajak seluruh peserta didik baru belajar dengan sungguh-sungguh, terus mengeksplorasi potensi diri, serta tetap rendah hati karena masa depan Provinsi Bengkulu berada di tangan generasi muda.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.