Peresmian groundbreaking proyek senilai USD20,9 miliar atau sekitar Rp342 triliun ini dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Baca Juga: DIrjen Migas: Harga LNG Industri USD13 Hanya Sampai 31 Desember 2026
“Dengan mengucap bismillah, pada siang hari ini, hari Kamis 16 juli 2026, dengan rahmat tuhan, saya Prabowo Subianto Presiden Indonesia, saya nyatakan groundbreaking proyek strategis nasional LNG Abadi Masela secara resmi dinyatakan dimulai,” kata Prabowo dalam acara groundbreaking Proyek Abadi Masela, Kamis (16/7/2026).
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek yang berlokasi sekitar 750 km Selatan Ambon bakal memberi dampak Ekonomi dan Fiskal bagi Tanah Air.
Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, proyek Masela diproyeksikan bakal memberikan pendapatan langsung sekitar USD37,8 miliar dan berkontribusi untuk pajak tidak langsung sekitar USD6,43 miliar
“Selama masa konstruksi akan menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja tenaga kerja langsung,” ujar Bahlil.
Sekadar informasi, Proyek Abadai Masela diproyeksikan memiliki kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Lapangan Abadi di Blok Masela, berada iLaut Arafura, Provinsi Maluku yang berlokasi sekitar 12 mil dari pulau terdekat. Blok Masela berlokasi sekitar 750 km Selatan Ambon, Ibu kota provinsi Maluku.
Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan RKAB Nikel Tak Naik Signifikan
Kedalaman air di Lapangan Abadi berkisar diantara 400 m hingga 800 m. Sisi Selatan Blok Masela beririsan dengan perbatasan wilayah laut Indonesia – Australia dengan letak Blok seluruhnya berada di wilayah Indonesia.
Rencana pengembangan Lapangan Abadi, oleh karena itu rencana pengembangan Lapangan Abadi akan meliputi Fasilitas bawah laut atau subsea (termasuk subsea wellheads, drilling centers, Subsea Umbilicals Risers and Flowlines (SURF), CO2 injection well, dan SURF untuk fasilitas CCS), fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), Gas Export Pipeline (GEP) dan CO2 pipeline, dan Onshore LNG (OLNG) plant termasuk Onshore CCS facility yang berlokasi di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).
FPSO memiliki fasilitas pemrosesan gas sebanyak 2 train untuk mengirimkan gas kering ke fasilitas pemrosesan OLNG melalui GEP dimana kapasitas produksi OLNG sekitar 9.5 MTPA yang terdiri dari 2 train dengan kapasitas masing-masing 4.75 MTPA dan 150 MMSCFD pipa gas untuk kebutuhan industri lokal.
CO2 dari Acid Gas Removal Unit (AGRU) dari LNG train didehidrasi dan dikompresi. Kemudian CO2 dikirimkan ke sumur injeksi di Lapangan Abadi melalui CCS Pipeline yang di-instal secara parallel dengan GEP.