Generasi Boomers Hemat Berkat Tak Beli 6 Hal Ini

calendar_today 17.08.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Generasi baby boomers, layaknya generasi lainnya, selalu mencari tips pengeluaran yang dapat menekan budget mereka agar bisa hemat. Pensiun maupun tidak, boomers yang hemat menerapkan pengeluaran cermat dan tabungan bijak untuk mengontrol finansial mereka.

Melansir GOBankingRates, Senin (17/8/2026), seorang baby boomer dan guru yang sudah pensiun dari Kota New York, Denise, membagikan beberapa hal yang tidak pernah dibeli oleh generasi boomers yang hemat.

6 Hal yang Tidak Pernah Dibeli Generasi Boomers Hemat:

1.Makan Malam Rutin di Restoran

New York memiliki banyak restoran mahal, yang disarankan oleh Denise untuk dihindari. Sebagai penggantinya, ambil kesempatan ini untuk memasak hidangan yang lezat.

“Karena punya lebih banyak waktu, saya jadi tertarik dengan buku resep,” ujar Denise.

“Saya sudah menemukan sangat banyak buku resep menarik di toko loak atau toko online. Saya punya lebih banyak waktu untuk mendalami memasak dan menjelajahi hidangan yang berbeda agar makan di rumah terasa lebih menarik. Sebanyak 75% dari waktu saya makan itu dihabiskan di rumah,” lanjutnya. 

Saat sedang istirahat dari memasak, Denise berusaha menghadiri acara happy hour dan menikmati menu makan siang spesial untuk bersosialisasi di lingkungan sekitar tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

2.Pakaian dan Barang Mewah

Generasi boomer yang hemat biasanya tidak berbelanja di toko-toko mewah kelas atas seperti Bergdorf Goodman dan Neiman Marcus. Namun, itu tidak berarti mereka harus mengorbankan kualitas.

Denise mengatakan bahwa dia menemukan penawaran menarik untuk merek-merek berkualitas di toko konsinyasi dan toko barang bekas yang mendukung berbagai organisasi. “Dengan membeli barang bekas yang masih dalam kondisi baik, meskipun itu hanya peralatan rumah tangga, saya turut mendukung [lembaga nirlaba] dan berkontribusi dalam upaya daur ulang,” ujarnya.

3.Pendidikan Mahal

Mengatur Keuangan

Perbesar

Ini 6 Hal yang Tidak Dibeli Generasi Boomers Hemat. (Credit: Freepik/wirestock)

Karyawan seringkali harus membayar biaya pendidikan lanjutan sendiri saat atasan mereka tidak menyediakannya. Selain itu, orang dengan ketertarikan lain, seperti penulis dan seniman, membayar biaya tidak sedikit untuk kelas yang mendalami kesenian mereka.

"Sebagai seniman murni, selama bertahun-tahun saya telah menghabiskan ribuan dolar untuk mengikuti kelas seni dan membeli perlengkapan seni,” kata Denise. 

"Setiap kelas ini (biayanya) antara US$ 200 (Rp 3,5 juta) hingga US$ 300 (Rp 5,3 juta) per bulan. Mengikuti kelas enam atau tujuh hari seminggu bisa jadi sangat mahal."

Setelah pensiun, Denise mencari cara lain untuk membawa kesenian ke dalam komunitas lokalnya tanpa membayar ratusan dolar AS demi kelas profesional.

“Saya mengikuti berbagai organisasi seni dan bahkan mendirikannya juga,” kata Denise.

4.Liburan Mahal

Banyak guru berlibur panjang setiap musim panas, dan beberapa destinasi wisata terhitung mahal. Setelah pensiun, Denise memutuskan untuk berlibur di wilayah lokal untuk menghemat.

"Ada banyak pilihan wisata sehari yang menarik yang bisa dinikmati dengan Metro North atau Long Island Railroad, di mana semua bisa mengunjungi berbagai macam tempat,” kata Denise. 

 "Rutenya sudah dirancang dengan baik dan harganya terjangkau," ujar dia.

5.Aktivitas dan Hiburan

Ilustrasi pendidikan semi militer

Perbesar

Ilustrasi pendidikan semi militer. (Foto: Freepik)

Hiburan seperti tiket teater cukup mahal, terutama saat musim liburan. Meskipun berfoya-foya sesekali itu wajar, Denise menyarankan untuk lebih kreatif dengan aktivitas yang hemat, bahkan tidak memakan biaya.

“Saya sudah mengikuti berbagai tur jalan kaki, termasuk tur kuliner di Lower East Side, pameran lampu liburan, seni jalanan di Soho, dan tur ‘Haunted East Village,’” kata Denise. 

Dia juga mengunjungi perpustakaan lokal untuk mengikuti ceramah dan kelas, serta menjadi bagian dari komite pelestarian sejarah yang melibatkan penelitian di perpustakaan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya membangkitkan minatnya, tetapi juga membuatnya tetap sibuk tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

6.Perlindungan Kesehatan Tanpa Membaca Ketentuannya

Sebagai generasi baby boomer, penting untuk melindungi keuangan dengan melakukan pengecekan yang cermat.

“Saya harus berhati-hati terhadap perubahan dalam program kesehatan,” kata Denise. 

"Pihak asuransi kesehatan saya mengirimkan (surat) yang menyatakan bahwa mereka kini bermitra dengan CVS, tapi apa artinya itu? Apakah itu berarti mereka ingin Anda pergi ke CVS untuk vaksin flu?”

Denise menyarankan para lansia untuk sangat waspada terhadap perubahan dalam cakupan layanan kesehatan, dan selalu memilih penyedia layanan yang tergabung dalam jaringan.

Generasi baby boomer harus selalu membaca ketentuan-ketentuan kecil terkait program-program yang diklaim sebagai program yang lebih baik bagi para lansia dan pensiunan (karena seringkali kenyataannya tidak demikian).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6