Gempa M7,4 guncang Kolombia tetapkan status darurat nasional

calendar_today 11.08.2026 - person  - timer ~

Gempa bumi bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi. Layanan Geologi Kolombia menyebut gempa tersebut sebagai yang terkuat yang tercatat di negara itu sepanjang abad ke-21.

Dilansir dari BBC, Selasa (11/8), gempa yang terjadi pukul 07.34 waktu setempat berpusat di dekat Desa San José del Palmar, Provinsi Chocó. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa tersebut terjadi pada kedalaman sekitar 107 kilometer.

Guncangan terasa hingga ratusan kilometer dari titik gempa, termasuk di sejumlah kota besar seperti Pereira, Cali, Manizales, dan Bogotá. Getaran bahkan dirasakan hingga negara tetangga, seperti Venezuela, Ekuador, dan Panama.

Pereira menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Kota yang berada sekitar 55 kilometer dari episentrum tersebut mengalami keruntuhan sejumlah bangunan, termasuk sebuah bangunan di Plaza Bolívar, alun-alun utama kota.

Selain itu, di Cali, sekitar 160 kilometer dari Pereira, puluhan bangunan juga dilaporkan runtuh. Hingga kini tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi karena terdapat warga yang diduga terjebak di bawah reruntuhan.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia juga menghentikan sementara operasional sejumlah bandara, termasuk di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura. Penutupan dilakukan untuk memungkinkan pemeriksaan struktur bangunan oleh para insinyur.

Lebih dari itu, di Bogotá, pepohonan dan lampu lalu lintas bergoyang kuat, sementara sejumlah retakan dilaporkan muncul pada bangunan.

Gempa terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Abelardo de la Espriella dilantik dan menjadi krisis besar pertama yang dihadapi pemerintahan barunya. De la Espriella mengatakan pemerintah mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyelamatkan korban dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Presiden kolombia tersebut juga kemudian menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana.

"Prioritas pertama adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan," kata De la Espriella dalam pidatonya, dikutip dari Reuters, Selasa (11/8)

Pemerintah Kolombia juga melaporkan lebih dari 1.500 rumah mengalami kerusakan. Tim penyelamat, aparat keamanan, dan petugas tanggap darurat dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak untuk melakukan evakuasi dan membantu warga.

Hingga berita ini dibuat, jumlah korban tewas akibat gempa tersebut mencapai 132 orang, sementara lebih dari 570 orang lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban masih dapat bertambah karena proses pencarian dan penyelamatan di sejumlah bangunan yang runtuh masih berlangsung.