Samarinda (ANTARA) - Angin Tanjung Redeb berhembus lembut, membelai dedaunan yang berbisik riang di tepian Sungai Berau. Di bawah langit biru pagi itu, ribuan insan berkumpul dengan membawa doa dan niat tulus untuk mencetak generasi cerdas serta mewujudkan keluarga gemilang di masa depan.
Kerumunan penuh harap ini bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan merespons semangat Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33. Perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni yang berlalu begitu saja, melainkan sebuah panggilan yang bergema di setiap hati bahwa keluarga adalah tempat pertama bagi tunas masa depan untuk tumbuh. Dalam konteks inilah, kehadiran ayah menjadi ibarat air yang memberi kehidupan, memungkinkan tunas muda tumbuh tegak, rindang, dan bermanfaat.
Tema besar "Ayah Wajib Hadir" yang diangkat di Bumi Etam, Kalimantan Timur, dipilih bukan tanpa alasan. Di tengah hiruk-pikuk zaman yang kerap memisahkan raga meski berada dalam satu atap, tema ini menjadi pengingat bahwa peran ayah bukan hanya sekadar mencari nafkah. Lebih dari itu, ayah adalah hati yang senantiasa mendampingi, telinga yang bersedia mendengar, serta teladan nyata bagi anak-anaknya.
Perhelatan puncak yang digelar di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Kamis (23/7) tahun ini menjadi saksi nyata kebersamaan lintas generasi, jabatan, dan pemangku kepentingan.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, memimpin acara ini dengan tegas. Ia menekankan bahwa tema "Ayah Wajib Hadir" menyimpan makna yang sangat mendalam.
Bagi Rudy, keharmonisan dan keutuhan keluarga merupakan fondasi mutlak untuk melahirkan generasi berkualitas yang kelak akan memikul tongkat estafet pembangunan.
Menurutnya, tanpa fondasi keluarga yang kuat, infrastruktur sehebat apa pun, baik gedung pencakar langit, jalan raya, maupun fasilitas lainnya, akan tetap rapuh menghadapi gempuran tantangan zaman.
Oleh karena itu, seluruh keluarga diajak untuk mengubah pola pikir dan cara bertindak. Pendampingan terhadap anak perlu dilakukan dengan suasana yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan keterbukaan, bukan melalui perintah kaku atau tuntutan yang memberatkan.
Rudy juga mengingatkan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi kokoh antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta segenap elemen masyarakat lainnya.
Semua pihak harus bergerak selaras, mulai dari mempercepat penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan bersama, hingga memperbaiki pola pengasuhan yang benar-benar memahami kebutuhan emosional dan jiwa anak.
Ayah Bunda Genre
Momen bersejarah pun terukir indah saat prosesi pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sunarto, yang bertindak atas nama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.
Dalam acara tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud beserta istri, Sarifah Suraidah, secara resmi dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (Genre) tingkat provinsi. Penyematan selempang kehormatan dan penyerahan piagam menjadi simbol nyata bahwa pemimpin daerah adalah teladan pertama bagi rakyat dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga.
Penghargaan serupa juga diberikan kepada Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, beserta suami, yang dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda Genre untuk wilayah Kabupaten Berau. Langkah ini menegaskan komitmen kepemimpinan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dalam memprioritaskan ketahanan keluarga.
Menyoroti tantangan pengasuhan di era digital, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan pesan yang mendalam.
"Ayah harus hadir secara nyata dalam kehidupan anak-anaknya, bukan sekadar hadir secara raga namun pikiran melayang ke mana-mana. Jangan hanya gawai yang rutin diisi dayanya, tapi keharmonisan, keakraban, dan kehangatan keluarga juga wajib diisi ulang tiap hari," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa meskipun anggota keluarga sering duduk berdekatan, perhatian mereka kerap tercurah ke layar gawai. Hal ini menyebabkan hilangnya momen berharga untuk saling berbicara, mendengar, dan memahami satu sama lain.
Padahal, keluarga adalah tempat pertama anak mengenal nilai-nilai kehidupan. Di rumahlah anak belajar menghormati orang lain, bersikap jujur, berdisiplin, berbagi, serta tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Ketika fondasi keluarga kuat, masyarakat dan bangsa pun akan tegak berdiri. Sebaliknya, jika ketahanan keluarga renggang, tantangan sosial di tengah masyarakat akan semakin sulit dihadapi.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Sunarto, menekankan arti sesungguhnya dari kehadiran ayah yang utuh, yaitu hadir di setiap fase tumbuh kembang anak, mulai dari bayi hingga dewasa dan mandiri.
"Sesungguhnya anak tidak hanya membutuhkan materi semata, tetapi sangat membutuhkan perhatian tulus, pelukan hangat, nasihat membangun, dan waktu berkualitas yang benar-benar milik bersama dengan orang tuanya," tegasnya.
Tema “Ayah Wajib Hadir” bukanlah seruan kosong, melainkan jawaban atas fenomena sosial di mana peran ayah kerap direduksi hanya sebagai pencari nafkah. Padahal, keterlibatan emosional ayah memiliki peran tak tergantikan dalam membentuk kepribadian anak.
Di Berau, semangat memperkokoh peran keluarga telah lama tumbuh dan dipupuk dengan kesungguhan. Disadari sepenuhnya bahwa pembangunan berkelanjutan tidak lepas dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang bermula dari lingkungan keluarga.
"Keluarga memiliki peran fundamental dalam seluruh proses pembangunan daerah. Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau tingginya pendapatan, namun dimulai dari pembangunan SDM berkualitas yang dibentuk di keluarga," ucap Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Berau terus menggulirkan pemahaman ini hingga ke pelosok desa. Keluarga yang harmonis, utuh, dan saling menyayangi diyakini sebagai kunci melahirkan generasi unggul dan berkarakter yang mampu membawa daerah melangkah jauh ke depan.
"Saya mengajak seluruh ayah untuk benar-benar meluangkan waktu bersama keluarga, mendampingi, bermain, dan berkomunikasi dengan anak-anak demi mencetak generasi yang berkualitas dan membanggakan," seru Bupati penuh keyakinan.
Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau menyediakan layanan terbaik bagi keluarga, mulai dari layanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan khusus remaja, penguatan fungsi Posyandu di setiap desa dan kelurahan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Tujuannya agar keluarga tidak hanya sehat secara fisik dan mental, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Gizi keluarga
Keberhasilan pembangunan sesungguhnya baru akan terlihat nyata ketika anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, setiap ibu mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, serta setiap keluarga memiliki ketahanan di segala aspek.
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pemenuhan gizi keluarga sekaligus upaya menekan angka stunting, hadir "Gerakan Ikan Murah" dengan semangat yang luar biasa. Program ini menjawab kerinduan masyarakat akan sumber protein hewani berkualitas dengan harga terjangkau. Selain memudahkan seluruh lapisan masyarakat memperoleh protein berkualitas, gerakan ini juga menjadi strategi strategis untuk meningkatkan konsumsi ikan.
Kerja sama padu antara Dinas Perikanan Kabupaten Berau dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) setempat membuat program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat.
Pada gelaran yang bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas), sebanyak 5 ton ikan segar—mulai dari cumi, kepiting, ikan layang, kembung, kakap, layur, senangin, hingga baronang—habis diserbu warga dalam waktu kurang dari setengah hari. Harga rata-rata ikan sejenis di pasar mencapai Rp50.000 per kilogram, namun dalam Gerakan Ikan Murah, warga cukup membayar Rp30.000 per kilogram.
Kegembiraan dan antusiasme serupa juga terasa saat gelaran sebelumnya pada Sabtu, 16 Mei lalu. Saat itu, sebanyak 6,2 ton berbagai jenis ikan segar juga ludes dalam waktu singkat.
Program mulia ini akan terus digelar secara rutin setiap bulan dan bergilir ke seluruh 13 kecamatan di Berau. Langkah ini sejalan dengan target bersama untuk menurunkan angka stunting dari 21,7 persen pada 2025 menjadi 18,4 persen pada akhir tahun 2026.
Perhelatan Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur ini pun menjadi momen penghargaan dan apresiasi bagi pihak-pihak yang telah bergerak nyata serta peduli terhadap masa depan anak-anak di daerah ini.
Peran swasta
BKKBN menyerahkan apresiasi resmi kepada mitra yang telah berkontribusi aktif dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yaitu PT Berau Coal dan PT Pamapersada Nusantara. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting.
Tak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan, pemerintah daerah juga menyalurkan 262 paket bantuan pangan bagi warga Kampung Tasuk. Selain itu, bantuan alat ekonomi produktif diberikan kepada para pelaku UMKM lokal agar mereka dapat mandiri dan meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga.
Berbagai rangkaian kegiatan lain turut meramaikan perhelatan besar ini, mulai dari kunjungan ke fasilitas kesehatan masyarakat dan Sekolah Siaga Kependudukan SMAN 4 Berau, peluncuran produk olahan ikan kaleng, gelar dagang produk unggulan UMKM, hingga pameran hasil karya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Semua aktivitas tersebut menyatu dalam satu alur besar dengan tujuan mulia yang sama: membangun keluarga yang utuh, sehat jasmani rohani, sejahtera secara ekonomi, serta penuh kasih sayang.
Di penghujung hari yang penuh makna ini, sebuah pesan mendalam tertinggal di hati setiap insan. Sehebat apa pun pembangunan fisik dan semaju apa pun industri yang tumbuh, semuanya akan kehilangan makna tanpa dukungan manusia-manusia hebat yang lahir, tumbuh, dan dibesarkan dalam keluarga yang harmonis.
Di sinilah peran ayah menjadi tak tergantikan. Kehadiran yang tulus dan waktu berkualitas yang diluangkan adalah anugerah terindah yang dapat diwariskan kepada anak cucu, demi mewujudkan Kalimantan Timur yang makmur dan berjaya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gema Harganas di bumi etam, hadirnya ayah bangun masa depan gemilang
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.