Harapannya ini bisa menciptakan kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan peluang bisnis yang konkret
Jakarta (ANTARA) - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) mendorong kolaborasi ekonomi kreatif Indonesia dengan Rusia dengan melantik Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Gekrafs Rusia di Bank Saint Petersburg, Rusia.
“Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda penguatan jaringan internasional Gekrafs sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan Rusia,” kata Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian di Jakarta, Minggu
Ia menegaskan bahwa kehadiran DPLN Rusia diharapkan dapat menjadi penghubung bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk membangun jejaring dan peluang kerja sama internasional.
Menurut dia pelantikan DPLN Gekrafs Rusia pada Kamis (17/9) sebagai ujung tombak membangun kerjasama antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan ekosistem kreatif yang ada di Rusia.
“Harapannya ini bisa menciptakan kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan peluang bisnis yang konkret,” kata dia.
Menurut dia ekonomi kreatif memiliki karakter yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai negara melalui karya, budaya, inovasi dan kreativitas.
Karena itu, lanjutnya keberadaan Gekrafs di Rusia diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kreatif Indonesia sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha kreatif untuk menjangkau pasar global.
Ia menambahkan kehadiran DPLN Gekrafs Rusia diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan ekonomi kreatif Indonesia dan Rusia melalui pertukaran pengetahuan, promosi karya dan produk kreatif, pengembangan jejaring, serta terbukanya peluang kerja sama bisnis lintas negara.
Sementara Wakil Kepala Perwakilan atau DCM KBRI Moskow Hartyo Harkomoyo menyambut baik kehadiran Gekrafs di Rusia. Menurutnya, sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Rusia.
“Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan people to people antara Indonesia dan Rusia, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk mempertemukan kedua negara,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Luar Negeri/Koordinator Luar Negeri Gekrafs Osco Olfriady Letunggamu mengatakan pembentukan DPLN Rusia ini juga menjadi bagian dari penguatan jaringan internasional organisasi tersebut.
“Pembentukan DPLN Gekrafs Rusia menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global. Kami ingin memastikan kehadiran Gekrafsdi Rusia ke depannya benar-benar menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang konkret,” kata dia
Ketua DPLN Gekrafs Rusia terpilih Andre Septiyanto menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dan membangun jaringan di Rusia. DPLN Gekrafs Rusia akan berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak di Rusia.
Pihaknya akan berusaha membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, komunitas maupun pelaku industri kreatif.
“Harapannya, DPLN GEKRAFS Rusia dapat menjadi pintu bagi lahirnya berbagai kolaborasi baru antara Indonesia dan Rusia,” katanya.
Pelantikan DPLN Gekrafs juga diisi dengan talkshow dan business matching yang mempertemukan Gekrafs dengan para pelaku ekonomi kreatif Rusia yang hadir dari berbagai kota.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring sekaligus menggali peluang kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan Rusia. Para pelaku ekonomi kreatif yang hadir berasal dari berbagai subsektor, di antaranya fashion, film, aplikasi, media, seni pertunjukan, serta berbagai bidang kreatif lainnya.
Kehadiran para pelaku dari sejumlah kota di Rusia tersebut diharapkan dapat membuka koneksi baru dan memperluas peluang kerja sama lintas subsektor.
Baca juga: Gekrafs perluas jaringan ekonomi kreatif di kawasan ASEAN
Baca juga: GEKRAFS Australia resmi dilantik, pasar global makin terbuka lebar
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.