Diah merasa pengawasan ekstra sangat krusial mengingat tantangan zaman yang kian dinamis. Langkah ini ia ambil demi memastikan anak-anaknya tetap berada di jalur yang positif, baik dalam segi pendidikan maupun perilaku.
"Aku orangnya protektif ya, overprotective malah. Karena kan zaman sekarang tuh beda sama zaman saya dulu. Jadi saya enggak mau nanti kalau saya itu lalai gitu loh. Karena bagaimanapun anak tuh masih tanggung jawab saya sebagai orang tua," ujar Diah Permatasari saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Sikap protektifnya terlihat jelas pada caranya memantau sang putra, Marciano Nicholas Reynard, yang kini tengah menempuh studi di University of Southern California (USC), Los Angeles, Amerika Serikat.
Jarak yang jauh serta perbedaan waktu hingga 14 jam tak menyurutkan langkah Diah untuk mengawasi sang anak. Karena kerap tak mendapat respons cepat lewat aplikasi pempesanan instan, Diah memutar otak dengan memanfaatkan fitur lacak lokasi di aplikasi Snapchat.
"Saya itu kalau ngecek dia menggunakan Snapchat. Karena Snapchat tuh bisa saya lihat dia di mana, dia ada di mana, dia di rumah, dia di sekolah, dia apa, tuh ketahuan. Dia lagi shopping ketahuan, ke hutan-hutan pun juga ketahuan," tuturnya.
Diah menceritakan, jika menghubungi via WhatsApp, sang putra cenderung lambat merespons. Bahkan, balasan pesan kerap baru diterima beberapa hari kemudian, kecuali jika ia menyematkan kata penanda khusus.
"Kalau menggunakan WA enggak pernah dibalas. Bisa 3 hari kemudian gitu. Kalau enggak, saya ngomongnya 'Urgent!' dia langsung 'mama, ada apa Ma?' Aku sibuk, katanya. Memang agak repot karena perbedaan waktunya gila, 14 jam," jelasnya.
Baca Juga: 10 Potret Macho Putra Sulung Diah Permatasari yang Memilih Jadi Tentara
Meski sang anak sempat melayangkan protes atas pengawasan ketat tersebut, Diah tetap kukuh pada pendiriannya. Bagi sang aktris, rasa khawatir seorang ibu tak akan pernah hilang, terlebih ketika sang buah hati hidup mandiri jauh di negeri orang.