Jakarta (ANTARA) - PT Freeport Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan hulu hingga hilir mineral strategis menjalin sinergi dan kolaborasi multipihak bersama masyarakat lokal serta pemerintah daerah demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem di kawasan operasional Papua.
Koordinator untuk Konservasi dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati PT Freeport Indonesia Kukuh Indra Kusuma dalam rilis Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa pemulihan alam tidak dapat dilakukan secara mandiri mengingat tantangan topografi wilayah kerja yang terbentang dari ketinggian 0 meter hingga 4.200 meter di atas permukaan laut.
Kukuh menjelaskan keberagaman 14 tipe ekosistem di wilayah Timika, Papua, yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Lorentz, menghadirkan kompleksitas tersendiri sehingga penanganan kawasan membutuhkan pendataan komprehensif serta kerja sama strategis dengan para pemangku kepentingan.
Sejak 1997, pihak perusahaan telah melakukan pemetaan dan mengumpulkan basis data keanekaragaman hayati yang menghasilkan 10 buku panduan lapangan mengenai ragam spesies, di mana catatan terkini berhasil mengidentifikasi 130 spesies baru meski masih ada spesimen yang belum terdeskripsi.
Selain ketersediaan data, tantangan pemeliharaan ekosistem di kawasan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor manusia, seperti aktivitas pembalakan liar (penenbangan kayu secara ilegal) yang dilakukan masyarakat nonkaryawan serta dinamika isu keamanan lokal.
Sementara itu, Ketua Konsorsium Gerbangtara Aie Natasha menilai pelibatan masyarakat adat sangat krusial dalam keberlanjutan industri karena kearifan lokal (pengetahuan asli masyarakat setempat) menjadi kunci utama dalam memulihkan habitat fauna dan flora yang terdampak pembangunan kawasan.
Aie juga menambahkan bahwa pendampingan secara langsung kepada warga lokal di wilayah tengah dan timur Indonesia masih sangat diperlukan untuk menjembatani kesenjangan tingkat pendidikan serta pemahaman terkait konsep keberlanjutan.
Sesi diskusi tematik yang turut menghadirkan perwakilan Konservasi Indonesia tersebut merupakan bagian dari rangkaian forum tahunan Katadata SAFE 2026 bertema "The Green Changer" bertujuan mendorong aksi nyata ekonomi berkelanjutan.
Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.