Freeport Indonesia ajak mahasiswa FT Uncen paham penambangan modern - ANTARA News Papua Tengah

calendar_today 16.10.2026 - person  - timer ~

Timika (ANTARA) - PT Freeport Indonesia mengajak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) di Jayapura, Papua, memahami pertambangan modern melalui Program Eksekutif Mengajar PT Freeport Indonesia (PTFI).

Pada program ini para mahasiswa belajar langsung dari jajaran manajemen perusahaan tentang teknologi, pengelolaan risiko dan kompetensi yang dibutuhkan dalam industri pertambangan modern.

Senior Vice President Operations Maintenance PTFI Ayep Dirmawan dalam keterangan yang diterima di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuat pendekatan maintenance tidak hanya berfokus pada perbaikan setelah terjadi kerusakan.

Pemanfaatan analisis data serta pendekatan preventive dan predictive maintenance memungkinkan potensi gangguan teridentifikasi lebih dini sehingga keputusan dapat diambil secara lebih tepat.

“Tantangannya bukan hanya bagaimana memperbaiki peralatan yang rusak, tetapi bagaimana kita mampu memprediksi risiko sebelum gangguan terjadi. Teknologi membantu pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat, namun manusia yang mengelolanya tetap menjadi faktor terpenting,” katanya.

Vice President Community Relations PTFI Engel Enoch mengajak mahasiswa melihat industri pertambangan dari perspektif yang lebih luas, khususnya tentang pentingnya membangun kepercayaan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Engel menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan berbagai perspektif, memahami konteks sosial dan budaya, serta membangun ruang dialog di tengah perbedaan kepentingan.

Kemampuan tersebut menjadi semakin penting dalam mengelola kegiatan usaha di Papua yang memiliki keberagaman sosial dan budaya.

“Diplomasi bukan semata kemampuan berbicara atau bernegosiasi. Ketika kepercayaan terbangun, dialog dapat tumbuh, perbedaan dapat dikelola, dan kolaborasi mempunyai ruang untuk berkembang,” kata Engel.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Cenderawasih Dr Septinus Saa pada pembukaan kegiatan itu mengatakan program eksekutif mengajar merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk mahasiswa. Pengalaman dan wawasan praktis seperti ini sangat bernilai dan tidak dapat diperoleh hanya dari ruang kelas perkuliahan biasa.

“Saya berharap mahasiswa Fakultas Teknik dapat memanfaatkan momentum belajar langsung dengan praktisi eksekutif PTFI ini sebaik-baiknya sebagai bekal berharga sebelum memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih Isabella Waicang mengatakan melalui program ini dirinya bersama rekan rekan dapat menambah wawasan dalam dunia pertambangan.

"Yang paling menarik, kami bisa melihat langsung bagaimana teori di kampus dipakai untuk menjawab tantangan nyata di industri. Tidak hanya belajar tentang pekerjaan di tambang, tetapi juga tentang cara berpikir dan kompetensi yang dibutuhkan untuk masuk ke dunia profesional,” ujarnya.

Kegiatan Program Eksekutif Mengajar PT Freeport Indonesia (PTFI) dilaksanakan di auditorium Gedung Sains dan Kemitraan PTFI-UNCEN di Jayapura, Papua, Selasa (15/9).

Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.