Senin, 20 Juli 2026 16:04 WIB
Pelaku UMKM Kelurahan Pahandut, pada saat berfoto bersama dengan jajaran FMIPA UPR dan pemateri Qoratul Ain. ANTARA/HO-UPR.
Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di RW 007 Kelurahan Pahandut agar mampu meningkatkan daya saing melalui pendampingan digitalisasi usaha dan rebranding produk.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FMIPA UPR untuk mendampingi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga usahanya dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik," kata Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA UPR, Made Dirgantara di Palangka Raya, Senin.
Dia mengatakan, program tersebut merupakan implementasi Program Pahandut Smart Ecovillage: Smart Economy and Data yang mendukung Program Kampung KEREN Kota Palangka Raya. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya.
Selain memperluas akses pasar, kegiatan itu juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk lokal melalui penguatan identitas usaha, sehingga mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.
"Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh pelaku UMKM sehingga memberi dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pelatihan mengenai strategi digital marketing, branding produk, pembuatan identitas visual usaha, pemanfaatan QRIS, pencatatan keuangan digital, optimalisasi marketplace, hingga pemasaran melalui media sosial.
Sementara itu, pemateri dari NaraiCoder.org, Quratul Ain, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi salah satu langkah penting bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Ia juga memberikan pendampingan praktis agar peserta mampu menerapkan materi yang diterima dalam pengelolaan usahanya.
"Pelaku UMKM perlu memanfaatkan berbagai platform digital, mulai dari media sosial, marketplace, hingga sistem pembayaran digital agar usaha lebih mudah dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM juga secara langsung mengimplementasikan hasil pelatihan sebagai bagian dari proses pendampingan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa Program Studi Matematika FMIPA UPR, dan mitra pemateri, kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Pahandut Smart Ecovillage serta memperkuat ekonomi masyarakat berbasis data dan teknologi.
"Dengan peningkatan kapasitas melalui digitalisasi dan rebranding, UMKM diharapkan semakin adaptif, inovatif, serta mampu berkembang secara berkelanjutan di era ekonomi digital," ungkap Qoratul.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.