Kamis, 1 Oktober 2026 12:55 WIB
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah Prof Zainal Abidin. ANTARA/HO-FKUB Sulteng
Palu (ANTARA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan kerukunan antarumat beragama dapat menjadi benteng utama pertahanan bangsa yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
"Kalau rakyat hidup rukun sudah pasti aman dan tenteram. Maka kerukunan yang sudah terjalin sejak lama dapat menjadi benteng pertahanan bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin, di Palu, Kamis.
Ia mengatakan momentum Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober harus dijadikan sebagai bahan renungan dan refleksi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, sebagai umat beragama, masyarakat perlu saling menjaga dan memahami satu sama lain.
Berbagai peristiwa kelam pada masa lalu, kata dia, harus dijadikan pelajaran untuk memperbaiki tatanan kehidupan sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
"Nilai-nilai luhur Pancasila harus dijadikan kompas dan pedoman dalam berinteraksi sosial di tengah kemajemukan bangsa. Pancasila juga mengajarkan nilai kerukunan dan toleransi," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari sejarah agar Bangsa Indonesia, supaya tidak mudah terpecah belah oleh ideologi radikal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran agama.
"Pancasila telah membuktikan ketangguhan-nya dalam menyatukan ratusan suku dan keragaman agama di Indonesia. Tugas kita sekarang adalah merawat ikatan persaudaraan ini supaya tetap utuh," ucap Zainal yang juga tokoh moderasi beragama.
Ia mengatakan komitmen membentengi negara dari ancaman ideologi ekstrem sebagaimana pengalaman pahit sejarah masa lalu, perlu dilakukan melalui penguatan nilai-nilai moderasi dan toleransi hingga di tingkat akar rumput (masyarakat).
Agama dan kebangsaan tidak boleh dipertentangkan, tetapi harus saling menguatkan dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan penuh kasih sayang.
"Ketika nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai diutamakan maka ideologi apa pun yang ingin memecah belah bangsa tidak akan pernah mendapat tempat di hati masyarakat," tuturnya.
Ia mengimbau tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, TNI,/Polri, serta seluruh elemen pemangku kepentingan terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian.
"Mari kita jadikan momentum sejarah ini untuk semakin mempererat tali silaturahim, menolak narasi intoleran, dan bersama-sama merawat kedamaian demi keutuhan NKRI," kata dia.
Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026