First Look Bapak Paling Jujur Tampilkan Andovi da Lopez Jadi Calon Gubernur

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Film Bapak Paling Jujur merilis first look di media sosial. Fotonya menampilkan Andovi da Lopez menjadi calon gubernur.

Ada empat foto yang dikeluarkan Cahaya Pictures yang memproduksi Bapak Paling Jujur bersama Studio Antelope dan disutradarai oleh Fajar Nugros. Keempat foto itu memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Jonas Prakoso yang diperankan Andovi da Lopez selama menjalani kampanye, mulai dari berpidato di tengah warga, turun langsung membawa karung beras, hingga menghadapi situasi-situasi absurd bersama orang-orang di sekelilingnya.

First look itu sekaligus memberi gambaran tentang pendekatan komedi Bapak Paling Jujur yang mempertemukan dunia politik, kehidupan sehari-hari, dan berbagai karakter dengan tingkah yang tidak terduga. Selain Andovi da Lopez, dalam juga menampilkan Claresta Taufan, Soleh Solihun, dan Benidictus Siregar sebagai karakter mereka masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempatnya menjadi bagian dari ensemble cast yang akan membawa berbagai warna kehidupan dan situasi komedi ke dalam perjalanan Jonas Prakoso sebagai calon gubernur. Film Bapak Paling Jujur direncanakan tayang di bioskop Tanah Air mulai 15 Oktober 2026.

Andovi da Lopez lantas menanggapi soal first look film terbarunya. Ia pun senang netizen ramai membicarakan hal itu.

"Pendapat saya tentang first look film Bapak Paling Jujur adalah kaget. Kaget bahwa first look-nya sangat menggambarkan vibe dan rasa dari film Bapak Paling Jujur. Komen yang paling mencuri perhatian saya adalah ada yang bilang ini film dokumenter, padahal ini film fiksi, ini jadi salah satu bukti, dari foto awal film ini sudah terasa dekat di masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).

Bapak Paling Jujur merupakan film yang diadaptasi dari film Korea Selatan berjudul Honest Candidate. Filmnya mengikuti kisah Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang tengah menjalani kampanye dan berusaha membangun citra sebagai sosok pemimpin yang ideal.

Sampai sebuah kutukan membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong. Apa pun yang ada di kepalanya kini bisa keluar begitu saja termasuk hal-hal yang seharusnya tidak pernah diucapkan oleh seorang calon pemimpin.

(mau/pus)