Festival Kelurahan Benyamin S Award Diproyeksi Jadi Agenda 5 Abad DKI

calendar_today 14.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Ajang Benyamin S. Award (BSA) 2026 telah memasuki tahap krusial. Sebanyak 10 kelurahan yang berhasil lolos sebagai finalis bersaing memamerkan potensi, inovasi, serta kekayaan budaya wilayahnya masing-masing melalui gelaran festival lokal.

Digelar untuk kedua kalinya, tim dewan juri menyambangi langsung 10 festival lokal yang diselenggarakan kelurahan finalis. Saat itu, juri menilai langsung kesesuaian data lapangan terkait empat pilar kategori penilaian, yakni Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.

Ketua Tim Juri Benyamin S Award 2026, Nirwono Yoga memaparkan, setelah melakukan peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi potensi tiap wilayah, tahapan festival lokal menjadi pembuktian upaya finalis dalam mengemas potensi wilayah menjadi tontonan yang menarik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tahapan ini dapat dikembangkan menjadi agenda pariwisata dan budaya di tingkat kelurahan untuk menyambut ulang tahun ke-500 Kota Jakarta pada 2027 mendatang.

"Tujuannya apa? Kita harapkan ke depan nanti, apalagi menjelang 5 abad Jakarta, kita membayangkan seluruh kelurahan-kelurahan tadi itu bisa membuat festival yang menarik. Sehingga sepanjang tahun, dari Januari sampai dengan Desember, kita punya potensi untuk menyelenggarakan festival dalam merayakan 500 tahun Kota Jakarta," ujar Nirwono.

Benyamin S. Award adalah ajang apresiasi bagi kelurahan di DKI Jakarta yang berkomitmen mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Dari seluruh wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu, 10 kelurahan yang berhasil masuk ke babak final adalah Kebon Sirih, Cilandak Barat, Kebon Baru, Tamansari, Sukabumi Utara, Srengseng, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, Kelapa Gading Timur, dan Pulau Panggang.

Pada Selasa (13/10), ke-10 lurah finalis beserta tim pendamping mengikuti pelatihan kemampuan komunikasi yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan "One Day Public Speaking and Showmanship Workshop" ini diadakan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota, Jakarta Pusat.

Pelatih Komunikasi, Omar Danishwara menjelaskan target pelatihan antara lain agar para lurah dapat mengkomunikasikan program kepada masyarakat.

"Bagaimana nanti mengomunikasikan program itu kepada masyarakat sehingga program itu dapat diwujudkan dengan baik, kemudian dapat dimanifestasikan bersama, sekaligus dampaknya itu sustainable," ujar Omar.

Namun, tak hanya untuk masyarakat, program-program di kelurahan finalis ini juga perlu dipaparkan dalam tahapan BSA selanjutnya.

Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi bekal bagi para lurah yang akan mengikuti tahap penilaian final berupa presentasi di hadapan dewan juri Benyamin S Award pada 15 Oktober mendatang.

Ajang BSA 2026 ditutup lewat Malam Puncak Penganugerahan yang dijadwalkan digelar pada 30 Oktober, dengan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

(rea/rir)