Festival film horor Indonesia akan hadir di Australia lewat IHFFM 2026

calendar_today 17.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Festival film horor Indonesia akan hadir di Australia lewat Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) 2026 yang akan memperkenalkan kekayaan budaya, cerita, dan mitologi Indonesia melalui genre horor.

Diselenggarakan oleh Perwira Inc. (Perkumpulan Warga Indonesia Victoria) dan Kraken Entertainment Australia, serta didukung oleh FPCI, IDN Global, dan IDN-Preneur Network Global by IDN Global, IHFFM menjadi festival film horor Indonesia pertama yang digelar di Melbourne, Australia itu sekaligus membangun jembatan kolaborasi antara industri film Indonesia dan Australia.

Festival Kurator sekaligus produser, Intan Kieflie dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, menyampaikan misi membawa film horor Indonesia itu bahwa banyak orang Australia mengenal film Indonesia tetapi tidak tahu di mana bisa menontonnya.

Menurut dia, melihat ketertarikan pasar global terhadap film Indonesia membuat pihaknya menyadari bahwa promosi tidak cukup hanya mengandalkan distributor, sehingga mereka memilih memperkenalkan film Indonesia secara langsung kepada konsumen internasional.

Baca juga: Film Indonesia tayang di festival film anak dan remaja Yordania

“Kita bikin distributor pengen beli karena ada demand di situ. Itu adalah strategi yang sedang kita coba terapkan, bagaimana caranya film-film horor Indonesia itu bisa kita pasarkan di pasar global. Jadi ini akan jadi satu awal dari langkah-langkah selanjutnya, untuk film-film Indonesia agar bisa menembus pasar global,” ujar Intan.

Event Director IHFFM dan Board of Advisor IDN Global Sulistyawan Wibisono menyampaikan bahwa film-film yang dipilih dalam IHFFM dikurasi berupa film horor yang mengangkat budaya lokal Indonesia.

“Fillm horor yang benar-benar mengangkat budaya lokal Indonesia. Di Australia, hantu pocong, kuyang, itu enggak ada. Adanya memang ciri khas Indonesia, ya, tema-tematik itu yang lokal budaya Indonesia yang sengaja kita tampilkan di situ,” ujar Sulistyawan.

Film-film horor yang dikurasi untuk IHFFM 2026 menampilkan kekayaan budaya dan mitologi Indonesia, antara lain “Malam 3 Yasinan”, “Kuyang”, “The Raid”, “Sukma”, dan “Ritual Gaib”.

Para pemain dari film-film tersebut dipastikan hadir di Melbourne, termasuk Yayan Ruhian, Baim Wong, Hamish Daud, dan Shalom Razade. Kehadiran mereka diharapkan memberikan perspektif langsung mengenai perkembangan perfilman Indonesia, khususnya genre horor, serta potensi distribusi dan apresiasi film Indonesia di pasar internasional.

IHFFM 2026 akan digelar pada 3 Oktober 2026 di Capitol, sebuah venue bergengsi di Australia yang tidak mudah diakses oleh publik lokal sebagai tempat event. Selain itu, festival ini juga akan didukung oleh beberapa media internasional.

Baca juga: JAFF buka peluang perfilman Australia jajaki kemitraan di Indonesia

Melbourne dipilih sebagai lokasi festival lantaran lebih dekat secara geografis dan memiliki sisi kultural yang kuat, serta merupakan pusat industri teater, seni pertunjukan, dan film.

Festival ini diharapkan menjadi platform pertukaran budaya dan pengembangan industri kreatif yang kian membuka jalan bagi film Indonesia untuk mendunia.

Founder FPCI dan Indonesian Diaspora Network (IDN) Global, Dino Patti Djalal menyambut baik promosi ekonomi kreatif film Indonesia, khususnya genre horor ke kancah internasional.

Menurutnya, inisiatif-inisiatif diaspora seperti inilah yang harus terus didorong untuk memperkuat posisi budaya dan industri kreatif Indonesia di mata dunia.

“Dan ini suatu hal yang saya kira patut kita apresiasi karena diaspora secara independen mempunyai inisiatif untuk mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya film-film dan khususnya juga film horor kita. Dan kita harapkan lebih banyak lagi inisiatif-inisiatif dari diaspora untuk mempromosikan budaya dan film Indonesia,” tutur Dino.

Baca juga: Dua film latar perang Iran dihadirkan dalam festival film Venesia

Baca juga: Nezar: Festival film keluarga bisa jadi cara baru kenalkan PP TUNAS

Baca juga: Bikin bangga, empat film Indonesia diputar di festival film Shanghai

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.