Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyampaikan tim dari Badan Geologi sudah diturunkan untuk menganalisis fenomena alam blue fire di Gunung Papandayan.
"Saat ini tim Badan Geologi sedang melakukan pengecekan di lapangan untuk mengetahui dan menganalisis fenomena nyala biru yang teramati di Gunung Papandayan beserta potensi bahayanya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, BPBD Garut sudah mendapatkan informasi adanya fenomena alam yang menunjukkan visual tampak menyala berwarna biru-ungu di beberapa titik dengan sebaran cukup luas di kawasan gunung pada 23 September 2026.
Fenomena itu, kata dia, pada 24 September tampak menyalanya sudah mulai terlihat lebih sedikit, terkonsentrasi, dan berwarna biru–putih yang diinterpretasikan sebagai fenomena blue fire berkaitan dengan pembakaran belerang di area solfatara.
"Penyebab pasti nyala di setiap titik belum dapat ditentukan hanya dari rekaman visual," katanya.
Ia mengungkapkan, fenomena itu tidak mengubah status aktif Gunung Papandayan, sampai saat ini masih level 1 atau normal, meski begitu tetap menjadi perhatian karena lokasi blue fire berada di jalur pendakian Pos 7.
Adanya ancaman gas beracun di sekitar area, kata dia, pihaknya sudah berkordinasi dengan pengelola wisata untuk mengecek pengunjung di area kemah Pondok Saladah dan Goober Hood yang hasilnya tidak ada.
"Arahan lanjutan agar sementara antisipasi hal yang tidak diharapkan pada pengujung terutama efek samping dari gas beracun," katanya.
Ia menyampaikan, adanya potensi bahaya dari fenomena tersebut tidak dianjurkan masyarakat maupun pengunjung untuk mendekati kawah aktif terutama di area blue fire dalam radius 500 meter.
Terkait adanya bau belerang yang cukup kuat, kata dia, merupakan biasa terjadi, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi atau pemerintah daerah setempat.
"Bau menyengat dari belerang itu memang biasa terjadi di kondisi kawah yang masih aktif. Untuk rekomendasi dari Badan Geologi untuk tidak beraktivitas di jarak 500 meter dari kawah-kawah aktif di Gunung Papandayan," katanya.
Baca juga: Muncul Blue Fire Papandayan, Kunjungan wisatawan kini dibatasi ketat
Baca juga: Fenomena "Blue Fire" Papandayan, berikut penjelasan Badan Geologi!
Baca juga: Fenomena Blue Fire Papandayan diteliti, Badan Geologi ungkap penyebabnya
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.