Zainal Hasan
| 2 Oktober 2026, 19:47 WIB

Kantor Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) di Kelana Jaya, Selangor, Malaysia.
AKYRAT.CO, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) meminta penjelasan resmi FIFA mengenai perubahan waktu tambahan pada pertandingan Timnas Indonesia kontra Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026.
Permintaan tersebut disampaikan FAM setelah papan tambahan waktu pada laga Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), awalnya menunjukkan dua menit sebelum kemudian berubah menjadi tujuh menit.
FAM menilai perubahan tersebut perlu mendapat penjelasan, terutama karena pertandingan Indonesia dan Malaysia berlangsung secara bersamaan pada matchday terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup.
Indonesia saat itu menghadapi Bangladesh, sedangkan Malaysia bertemu Singapura. Kedua laga tersebut memiliki kaitan langsung dengan persaingan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.
Baca Juga: Indonesia vs Bangladesh: Tambahan Waktu 2 Menit Bikin Bingung, Ini Pengakuan John Herdman
Indonesia akhirnya menang 9-2 atas Bangladesh. Pada pertandingan lainnya, Malaysia mengalahkan Singapura dengan skor 6-0.
Hasil tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi poin yang dibutuhkan untuk bersaing di posisi teratas grup A. Namun, Indonesia berhak melaju ke final karena unggul dalam selisih gol.
Dalam pernyataan resminya, FAM menyoroti perubahan waktu tambahan yang terjadi menjelang pertandingan Indonesia kontra Bangladesh berakhir.
"FAM menganggap pengelolaan waktu pertandingan yang akurat dan konsisten sebagai elemen penting dalam kepemimpinan wasit dan integritas kompetisi secara keseluruhan, terutama dalam memastikan pertandingan berlangsung secara adil, transparan, dan sesuai dengan Hukum Permainan serta regulasi kompetisi yang berlaku," tulis FAM.
FAM kemudian meminta FIFA meninjau prosedur yang dijalankan perangkat pertandingan. Federasi sepakbola Malaysia tersebut juga ingin mengetahui alasan perubahan durasi injury time dalam laga tersebut.
Permintaan klarifikasi itu disampaikan FAM dengan menekankan aspek prosedur pertandingan. Mereka tidak menyatakan bahwa hasil pertandingan Indonesia melawan Bangladesh harus diubah.