Selasa, 14 Juli 2026 - 15:49 WIB
Jakarta, VIVA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap fakta awal di balik ledakan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat, Selasa, 14 Juli 2026.
Baca Juga
Polisi menduga ledakan berasal dari bom rakitan yang dibuat seorang pelajar berinisial R (17). Dari hasil pemeriksaan sementara, remaja tersebut mengaku belajar merakit bahan peledak melalui internet dan terinspirasi dari peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 2025.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana mengatakan, penyelidikan bermula setelah petugas keamanan sekolah menemukan benda mencurigakan yang kemudian diduga berkaitan dengan sumber ledakan.
Baca Juga
Dalam proses penyelidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang dari pelajar tersebut.
"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," kata Mayndra dalam keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.
Baca Juga
Menurut dia, hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan bahwa bahan peledak itu diduga dirakit sendiri oleh pelaku di rumah tanpa diketahui orang tuanya.
Lebih lanjut, penyidik memperoleh pengakuan bahwa pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet dan menjadikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta sebagai referensi.
"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik," ujarnya.
Selain itu, polisi juga mendalami pengakuan pelaku yang menyebut dirinya sempat bergabung dengan sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.
"Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," kata Mayndra.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, Densus 88 menegaskan penyelidikan masih berlangsung sehingga motif pasti di balik peristiwa tersebut belum dapat disimpulkan.
Dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa. Polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi serta mendalami seluruh barang bukti yang telah diamankan guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa ledakan di lingkungan sekolah tersebut.
VIVA.co.id
13 Juli 2026