Zainal Hasan
| 31 Juli 2026, 15:27 WIB

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam salah kunjungannya ke Indonesia.
AKURAT.CO, Media Inggris, Sky News, melaporkan bahwa Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mendukung proposal Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait pembentukan FIFA Forward Enterprise.
Perusahaan tersebut disiapkan untuk mengelola kegiatan komersial dan penyelenggaraan ajang FIFA.
Dalam laporan tersebut, Gianni Infantino disebut mengusulkan penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia. Nilai transaksi yang dibahas mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp360 triliun.
Rencana tersebut memicu perdebatan di lingkungan sepakbola internasional. Sejumlah anggota FIFA dan mayoritas konfederasi disebut menyampaikan penolakan terhadap proposal tersebut.
Sky News menulis bahwa Erick Thohir memandang pendanaan dari FIFA Forward Enterprise dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sepakbola Indonesia. Dana tersebut dinilai berpotensi membantu kelanjutan program transformasi yang sedang berjalan.
FIFA Forward Enterprise merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan FIFA. Badan baru ini dibentuk untuk menyatukan seluruh aktivitas komersial serta penyelenggaraan berbagai kompetisi di bawah naungan FIFA.
https://www.akurat.co/bola/877797/fifa-berencana-lepas-saham-ke-pihak-swasta-uefa-sebut-jiwa-sepakbola-dijual
"Sepakbola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir, telah dibersihkan," ujar Erick Thohir, seperti dikutip Sky News.
"Peringkat tim nasional telah naik dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini dibutuhkan pendanaan."
Dalam laporan yang sama, Erick Thohir juga dimintai tanggapan mengenai anggapan bahwa FIFA berpotensi menyerahkan aset komersial paling bernilai di olahraga paling populer di dunia kepada sekelompok investor.
Erick Thohir menilai mekanisme serupa sebenarnya telah diterapkan oleh sejumlah asosiasi anggota FIFA. Menurutnya, pengelolaan hak komersial melalui skema tersebut bukan hal yang sepenuhnya baru dalam dunia sepakbola.
"Banyak asosiasi anggota FIFA telah menjalankan proses komersial serupa dalam liga domestik maupun kompetisi lainnya," tutur Erick Thohir
"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu akan menunjukkan bahwa memang ada kebutuhan agar kesepakatan ini terjadi."
Berdasarkan proposal yang beredar, FIFA menawarkan dana hingga USD40 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp722 miliar kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggotanya apabila proposal tersebut disetujui sebelum 19 September 2026.
Dana tersebut terdiri atas bantuan satu kali melalui program FIFA Fast Forward sebesar 20 juta dolar Amerika Serikat serta dana pengembangan FIFA Forward senilai 20 juta dolar Amerika Serikat untuk periode 2027 hingga 2030.
PSSI termasuk salah satu asosiasi anggota FIFA yang berpotensi menerima alokasi dana tersebut apabila skema itu disahkan.